Blogger Palembang Yang Pantang Menyerah

Blogger Palembang Yang Pantang Menyerah

* Note : Tulisan ini sudah mendapat persetujuan dari mba Rita Asmara *

Blogger Palembang Yang Pantang Mundur – Kehidupan ini sejatinya memberikan banyak pelajaran melalui permasalahan dan solusi yang dihadirkan. Hanya saja, cukup sedikit orang yang dapat memanfaatkan segala sesuatunya dengan baik. Berbeda dengan pencerita, penulis, pendongeng, mereka membagikan kisah mereka agar abadi dan dapat dijadikan pembelajaran secara keseluruhan. Juga sebagai pengingat kala kehidupan tak berjalan sesuai dengan kehendak manusia.

Menyadarkan, bahwasannya hidup dan alurnya merupakan kehendak dari Allah Yang Maha Kuasa.

Demikian ketika saya mampir ke blog milik mba Rita Asmara, sejenak saya ingin mengetahui, apa saja yang pernah dituliskan oleh beliau di tahun-tahun sebelumnya. Saat saya juga tengah asyik mengisi blog saya dengan ribuan curahan hati serta impian-impian ketika gejolak saya tengah membara untuk menepuk dada bahwa saya bisa ini dan itu. Di sisi lain, belahan dunia yang lain yang masih sama berada di Indonesia. Tersebutlah seorang perempuan bernama Rita Asmara.

Ketika menapaki jejak masa lampaunya, ada semacam irisan luka yang entah kenapa sebagai pembaca seakan saya merasakannya. Seperti impian yang tak kunjung hadir, meski harapan sudah terlalu membuncah kemudian meleleh, terjatuh hingga titik nol. Maaf jikalau saya menceritakan tentang harapan yang pernah ada dari Mba Rita. Saya memohon maaf jika saya menuliskan tentang impian yang pernah singgah, maaf jikalau impian itu masih belum diraih oleh Mba Rita. Dan maaf, karena niat saya ini, untuk menyadarkan diri saya, bahwa saya sendiri adalah makhluk lemah.


Spirit of Her Life

Jika tag line blog mba Rita dibaca dengan seksama, mungkin akan terkesan wow, menulis adalah semangatnya. Tapi, adakah yang menyadari, bahwa menulis juga merupakan bagian dari proses untuk menerima yang dilakukan oleh Mba Rita? Saya ingin mengisahkan satu tulisan yang saya baca dari blog mba Rita, kepada pembaca. Yang mungkin tengah memiliki impian yang belum terwujud.

Tentang mimpi dan cita-cita, kita manusia selalu berharap dan berupaya. Meski terkadang Allah memiliki cara lain untuk mengajarkan kita, melalui hal-hal yang membuat kita berpikir “kenapa sih, cita-cita saya yang baik ini tidak terwujud?” Tidak sedikit saya menemui orang yang juga berpikiran demikian. Sama halnya dengan seseorang yang saya kenal.

Blogger Palembang Yang Pantang Menyerah

Mba Rita, juga memilikinya, mari saya kisahkan, ceritakan bagaimana perasaannya yang luluh-lantak ketika Rafi mengatakan padanya “aku sayang Bunda.” Ah, pasti kalian meleleh. Tapi, Rafi adalah keponakan beliau, maaf jika ini mengungkit rasa sakitmu, Mba Rita. Tentang keinginan untuk memiliki anak, sudah pasti banyak yang juga memiliki keinginan yang sama. Ada yang cepat, ada yang lambat diberikannya, ada juga yang belum hingga bertahun-tahun lamanya.

Kemudian, datang suatu waktu yang tak bisa dikalahkan. Yaitu kesadaran bahwa keinginan itu terus terngiang dan membuncah. Inilah, campur tangan Allah yang tak pernah bisa kita halau. Saat kemudian, Allah masih membiarkan dua insan, cukup berdua saja, merajut kasih seperti orang berpacaran. Namun, tetap memendam ingin yang begitu dalam. Sementara di luar sana, banyak dua insan yang merajut kasih kemudian memiliki anak, tapi menyesal.

Menyesalkah mba Rita terhadap kehidupannya? Sungguh, saya tahu, kita manusia yang akan turut bersedih ketika hal ini terjadi pada kita. Tapi, mba Rita terus menjalani kehidupannya dan menjadi gemilang pada masanya.

Bagiku tak ada yang berbeda, anak kandung atau keponakan, sama saja. Bersama Raffy aku bisa mencurahkan kasih sayangku bak seorang ibu. Dari bahasa tubuhnya aku pun bisa mengerti bahwa Raffy pun menyayangiku. (source : My Lovely Raffy)

Belajar Untuk Menjadi Gemilang

Apakah dengan menangis dan menyesali kehidupan akan mendatangkan keajaiban? Rasanya sulit untuk mempercayai hal tersebut. Karena itu, saya bersyukur bahwasannya saya merasakan hal yang begitu besar yang Mba Rita tularkan pada saya. Yaitu SEMANGAT PANTANG MUNDUR. Ketika Mba Rita bercerita tentang dirinya yang belajar internet tahun 2010 silam. Beliau banyak mempelajari hal tersebut karena demi mengumpulkan tugas untuk studi S2nya.

Apa yang saya dapat? Iya, saya juga memimpikan untuk bisa meneruskan pendidikan saya, itu juga impian saya. Dan Mba Rita memberi bukti, bahwa perempuan dengan pendidikan yang tinggi, bukanlah hal yang sia-sia. Di situlah beliau belajar ‘ngeblog’ dari seorang penjaga warnet. Yang membuat saya berkelakar, bahwa benar adanya ‘ilmu itu datangnya dari mana saja’ tidak harus melalui bangku sekolah saja. Saya terus terngian-ngiang ketika membaca tulisan beliau.

Sekarang bagaimana? Toh, mba Rita sudah banyak menampakkan kemajuannya dalam dunia blogging. Bukan sekadar pertanyaan saja yang dia lemparkan terkait ‘blogwalking’ ketika dia tidak begitu paham apa dan bagaimana caranya. Sekarang? Beliau justru memiliki konsistensi dalam dunia blog baik itu blog post maupun blog walking.

Berkat si gaptek mau belajar terus, kini aku ngerti bagaimana menambah daftar blog dan membuat link. Yang belum aku tahu bagaimana menambah foto-foto agar blogku lebih cantik penampilannya. (source : si gaptek pengen belajar terus)

Mengalahkan Ego Demi Masa Depan

Menulis di blog tentunya mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi siapa pun. Termasuk mba Rita, karena sudah tampak jelas beliau menikmatinya. Tidak ayal, ketika tahun-tahun silam, saat beliau berhadapan dengan tesis yang belum juga selesai. Kisah ketika ditinggal selangkah lebih maju oleh temannya, membuatnya kemudian sadar. Bahwa ada yang harus dia selesaikan.

Blogger Palembang Yang Pantang Menyerah

Nyatanya, ngeblog membuat mba Rita semakin nyaman. Sehingga lupa, kalau sudah sepatutnya beliau mengejar ketertinggalan, hingga diputuskan untuk mengalah. Mengalahkan ego untuk terus menulis di blog demi menyelesaikan tanggung jawab berupa Tesis agar masa depan semakin mudah digenggam.

Tahukah kau mba Rita? Kalau hal ini bisa membantu banyak orang yang tengah kebingungan dengan mengatur waktu antara Masa Depan dengan EGO? Ini pula yang saya lakukan, mengalahkan ego untuk bisa melangkah terus ke depan mengikuti putaran waktu dan menjadi yang terbaik.

Aku memilih tenggelam dalam kesenanganku semata. Aku lebih asyik nulis dan mengutak-atik blog pribadiku. Padahal, tugas utamaku adalah menulis tesis dan menyelesaikan tulisannya sampai aku bisa ujian! (source : nulis tesis vs nulis blog)

Hidup Ini Seperti Teka Teki Silang

Saya membayangkan kehidupan yang tidak memiliki misteri, entah rasanya tak berasa. Tidak ada pertanyaan, tidak ada rasa penasaran, tidak ada keinginan untuk mengetahui. Demikian juga dengan Teka Teki Silang, sama seperti hidup, yang penuh dengan unsur teka teki yang mana pertanyaan serta clue-nya sudah didapat. Tinggal kita manusianya berupaya untuk merangkai hingga menjadi jawaban.

Betul, kegemaran mba Rita pada TTS membawa rasa penasaran hingga mempertanyakannya pada sang Ayah. Yang kemudian mengenalkannya pada BUKU PINTAR. Buku inilah yang berisi rangkaian pertanyaan dan jawaban yang disertai di dalamnya. Untuk apa? Untuk memperluas khasanah perbendaharaan kata? Bukan itu saja, untuk mengasah kemampuan menjawab hal yang misteri dalam kehidupan.

Buktinya, mba Rita mampu menjalaninya hingga saat ini. Mampu menemukan jawaban dari kekalutan yang pernah singgah. Hingga akhirnya hidup dengan apa adanya, tanpa menggugat Tuhan atas kehidupan yang dipilihkan untuknya. Seperti itulah, kehidupan yang juga memiliki teka tekinya sendiri.

Begitu mudah kan mencari jawabannya? Kini, sejak aku mengenal ‘Google’ aku tak sulit lagi mengisi TTS yang menjadi hobiku. Trims ‘my Google’..!! (Source : Hobi TTS)

Pada Akhirnya

Berjalan-jalan kemudian menyeruak segala macam tulisan mba Rita, seperti napak tilas, rasa serta emosi yang pernah mampir dalam kehidupannya. Meski ini hanyalah tulisan yang bisa saja menipu rasa, bisa saja menipu penilaian. Tapi, saya mendapat pembelajaran berharga dari beliau, melalui kisah hidup serta upaya dan usahanya yang tak kunjung lelah. Terima kasih sudah menjadi perempuan yang bersemangat hingga saat ini.

Saya iri. Demikianlah hingga rasa iri ini membawa saya untuk menjadi lebih baik juga, agar saya bisa menapaki langkah yang sama sepertimu, Mba Rita. Melanjutkan jenjang pendidikan, berjalan-jalan serta BERBAHAGIA.

Semoga pembaca bisa mendapat manfaat dari tulisan ini. 

Informasi Tambahan

Rita Asmara

Blog : http://www.rita-asmara.com/

Email : rita.pratitus@gmail.com

Terima kasih

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – BuzzerFor more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

Leave a Reply

%d bloggers like this: