Elemen-elemen dalam Storytelling

Storytelling

Elemen-elemen dalam Storytelling – Dalam sebuah cerita atau kisah, sebenarnya berisi sebuah kondisi dari status. Entah itu status seseorang yang berada dalam posisi tinggi atau dalam posisi rendah. Atau kisah seseorang yang mengalami naik-turun dalam kehidupannya, misal dalam film yang dibintangi oleh Will Smith yang berjudul Pursuit of Happiness. Dikisahkan kehidupannya yang naik-turun, berawal dari sebuah impian, kemudian bertemu dengan masa-masa sulit. Nah, dari kehidupan sosok inilah terdapat dua hal utama dalam sebuah cerita.

Yaitu, Komedi dan Tragedi, atau Suka dan Duka. Dalam kehidupan posisi rendah atau Low Status, bisa diambil contoh misalnya, seorang lelaki yang merupakan pekerja di sebuah istana. Dia tidak banyak bisa melakukan banyak hal dengan baik. Semua yang dikerjakannya berantakan, tapi di satu sisi ada satu kekuatan internal, yang kemudian membuatnya berpura-pura menjadi seorang Raja, kemudian mengerjakan segala sesuatunya dengan sangat baik, pekerjaannya mulai mendapati hasil yang sangat bagus. Dan posisinya, statusnya meningkat. Hingga pada akhirnya, apa yang dia impikan ternyata terwujud, dia berubah dari seorang budak menjadi seorang raja.

Nah, dalam dua hal inilah, Up and Down status, pada tokoh dalam cerita, memiliki satu bobot yang bisa dipahami yaitu pembelajaran. Dalam setiap kasus yang dihadapi para tokoh di cerita, kita akan belajar untuk mengetahui siapa tokoh protagonis siapa tokoh antagonis. Dan melihat dalam pengalaman hidup para tokoh, yang bisa saja terjadi pada kita sebagai penonton. Hal utama dalam setiap pembelajaran dari cerita yang kita tonton atau simak, ada satu pesan yaitu jangan terlalu mudah untuk menyerah.

Misal, mentang-mentang kamu seorang Spiderman, bukan berarti kamu bisa selalu mendapat perempuan cantik untuk dijadikan pacar. Atau seperti kisah Batman, yang harus mengalami patah tulang, kemudian di penjara di suatu tempat dan harus memanjat sebuah lubang. Jadi, sebuah cerita itu dibuat untuk memberi sebuah peringatan bagaimana cara bersikap ketika menghadapi sesuatu  dan apa yang harus dilakukan ketika menghadapi hal yang sama terjadi di sebuah cerita.

Moral Story

Seperti yang saya tuliskan di paragraf sebelumnya, akan selalu ada pesan moral dari sebuah cerita. Sebelum kita membuat sebuah cerita, harus ditentukan terlebih dahulu, apa sih pesan moral yang ingin kita sampaikan?

If a story has no moral then it’s not really a story. ~ Tom Ellard

Character Archetypes

Ada juga gagasan seperti tema cinta, kepercayaan dan juga teman sejawat serta Integrasi. Misal dalam film Shrek, dimana seorang Ogre dan Donkey bersama-sama mengalami petualangan yang menakjubkan. Meski dalam kisah Shrek, Ogre-lah yang menjadi superhero dalam cerita ini, namun kenapa Shrek tidak bepergian sendiri? Tidak, dalam sebuah cerita keberadaan orang lain yang menjadi teman seperjalanan memang merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan. Dan ini adalah pola dasar, dimana nantinya kita sebagai seorang author akan memecah diri kita sendiri menjadi berbagai karakter dalam cerita.

Dan pada bagian akhir cerita, adalah bagaimana kita menyatukan semua karakter mereka bersama-sama dalam satu hal, dalam satu kejadian, dalam satu adegan. Nah, dalam tema keempat yaitu integrasi yang akan bersinggungan dengan status. Status itu merpakan posisi kita dalam dunia. Jadi status ini berpengaruh dalam posisi karakter dalam dunia cerita. Serta integrasi, yang merupakan aksi atau perilaku tokoh ketika berbaur dengan tokoh lain dalam masyarakat di sebuah cerita.

Motivation

Motivasi juga merupakan hal penting dalam setiap bagian pada sebuah cerita. Misal, kita sudah mengetahui siapa tokoh utama dalam cerita, apa yang diinginkannya, apa yang dibutuhkan olehnya, apa yang ingin dia miliki, kita bisa mengetahui apa yang memotivasi mereka dalam plot setiap cerita. Apa yang membuat si tokoh utama ini bertindak, ini merupakan motivasi.

Contohnya, saya punya plot cerita tentang seseorang yang tengah merasakan kesedihan dalam situasi kehidupan, kemudian ingin memperbaiki hal-hal yang berkaitan dengan kehidupannya, kemudian sebuah kesempatan datang, dan kita menuliskan apa saja yang terjadi.

Story World

Sekarang, semisalnya kita turun ke jalan, kemudian tiba-tiba jalan yang kita pijak berubah menjadi ular, terus ularnya menari hula-hula, setelah itu tanpa kita sadari ternyata kita sudah berada di suatu tempat yang tidak kita tau sebelumnya, pasti kita akan mengatakan INI TUH GAK NYATA. Karena ada semacam peraturan yang dilanggar. Maksudnya, peraturan bagaimana dunia nyata itu bekerja. Jalanan ya jalanan, ular ya ular. Dan ketika ada peraturan atau hukum alam atau cara dunia ini bekerja, maka sudah sepatutnya untuk diterima. Namun, ketika ada sesuatu yang tidak semestinya, kita akan segera mengetahui kalau itu bukan kenyataan. Sama seperti kasus Jalanan yang berubah jadi ular tadi.

Jadi, yang harus dilakukan dalam Storyworld (dunia cerita), kita harus menyertakan ekspektasi yang sesuai dengan kenyataan dalam cerita yang kita tulis. Jadi, Storyworld ini sebenarnya tentang konsistensi pribadi, peraturan pribadi dan juga sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita sebagai penulis cerita. Bisa saja, tokoh-tokoh yang kita ciptakan berwarna biru, bisa terbang. Tidak masalah. Tapi, tetap harus ada aturan internal yang kita ikuti. Dan aturan-aturan tersebut, sekali saja diberlakukan dalam cerita, maka harus terus diberlakukan dalam setiap bagian cerita, karena hal tersebut yang akan menceritakan pada pembaca apa yang terjadi.

Jangan sampai, setelah membuat tokoh-tokoh berwarna biru dari lahir, kemudian bisa berubah jadi warna merah seketika tanpa terjadi hal yang ajaib atau seperti korban dari sebuah percobaan rahasia. Peraturan yang telah dibuat harus juga dipatuhi oleh sang penulis.

***

Nah, dari elemen-elemen pada sebuah cerita inilah, kita bisa menikmati sebuah dongeng atau novel fiksi yang membuat pembaca tidak merasakan adanya kesalahan sehingga membuat alurnya menjadi berantakan. Bagi pembaca yang sedang berusaha menulis sebuah cerita, jangan lupa untuk menjabarkan juga apa saja pesan moral, motivasi, karakter-karakternya dengan mendetil, dan sesuaikan dengan peraturan yang telah dibuat.

Semoga bermanfaat

Written by

Leave a Reply

%d bloggers like this: