Tips Fotografi Dari Dapurotun.com

Food Blogger

Being a mother is enough tagline ini mengingatkan saya pada puisi karya Sapardi Djoko, mencintai dengan cara yang sederhana. Sama halnya dengan kebahagiaan itu sederhana dan segala hal lain berkaitan dengan kepuasaan manusia, sebenarnya sederhana. Seperti juga Nyak Rotun, demikian sosok Ibu dari dua anak ini akrab disebut. Bahwasannya adalah sebuah kecukupan menjadi seorang Nyonya aka Istri dan menjadi sosok Ibu.

Bisa dilihat di blog sang Mom Blogger ini dan beberapa social media yang saya ikuti, beliau kerap kali menyertakan kegiatan keluarganya, terutama anak-anaknya. Ada satu moment ketika keluarga Nyak Rotun tengah menikmati pulang kampung ke tanah jawa, anak-anak mereka dengan bahagianya tampak memberi makan hewan peliharaan sang Kakek. Melalui social media, saya bisa melihat beberapa kegiatan Nyak Rotun yang bahagia menjadi sosok Ibu ini.

Di kalangan blogger, Nyak Rotun juga terkenal loh, jangan salah, di instagram @Dapurotun kita akan dimanjakan dengan fotografi, penampakan-penampakan makanan yang merupakan hasil kreasi dari tangan beliau. Padahal, Nyak Rotun ini hanya berbekal kamera handphone saja loh, tapi hasil fotonya bisa sedemikian bagus begitu. Ah, semoga saja saya bisa memotret gambar yang bagus seperti Nyak Rotun.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan beberapa hal yang pernah saya tanyakan langsung pada Nyak Rotun terkait behind the scene setiap foto-foto keren yang sering tampil di Instagram miliknya. Bagi yang menggemari food fotografi atau sedang butuh tips untuk memotret yang bagus, bisa juga dicontoh beberapa tips di bawah ini.

1. Cahaya

Ini faktor penting memang untuk setiap aktivitas memotret. Kalau kadar cahaya dalam ruangan kurang bagus, bisa jadi hasilnya juga kurang oke. Sehingga, Nyak Rotun memberi saran untuk memotret di dekat jendela agar masuk cahaya langsung dari matahari pagi. Ini cara yang mudah sekali, karena kita tidak membutuhkan tambahan cahaya lagi.

2. Pilih Background 

Waktu itu saya tanya, Nyak Rotun menggunakan properti apa saja sih untuk keperluan fotografinya. Ternyata, beliau sangat mengandalkan background putih berupa alas foto yang bisa dibeli di toko online. Juga memotret di dekat dinding berwarna putih agar fotonya juga tampak bagus.

Baru-baru ini, malah Nyak Rotun menggunakan alas foto yang lumayan panjang berwarna putih, sehingga fotonya tampak sangat bagus hasilnya. 

3. Properti atau Aksesoris Foto

Ini nih yang belum bisa saya praktekkan, yaitu menentukan properti foto apa saja yang saya butuhkan. Bisa dilihat, ternyata untuk memotret saja Nyak harus bisa menentukan kira-kira apa saja yang dibutuhkan untuk memotret sebuah produk. Properti ini bagus untuk mendukung hasil foto yang dinamis. Sehingga, bisa dilihat sendiri bagaimana kreasi potret Nyak Rotun. Keren-keren kan.

Saran dari beliau, jangan lupa untuk mengetahui dulu, kira-kira barang apa yang ingin dijadikan fokus utama, baru deh kita kumpulkan barang-barang yang bisa menjadi properti foto sebagai penunjang agar hasil gambarnya tampak lebih bagus.

Melalui usaha dan kegemaran Nyak Rotun ini, bisa dikatakan sebagai bukti bahwa mendalami hobi fotografi menggunakan handphone juga bisa loh. Tidak ada halangan asal mau terus belajar, gitu katanya.

Tema Pernikahan

Berbicara masalah ngeblog, Nyak termasuk blogger senior juga loh. Apalagi blognya ini sudah memiliki pembaca khusus yang senantiasa menanti postingan terbaru darinya. Kalau postingan favorit ala Ipeh Alena, yaitu rubrik Monday Marriage. Pernah tuh, Nyak Rotun menuliskan tentang beberapa hal yang sering dilakukan oleh perempuan yang sudah menikah, salah satunya suka belum mandi kalau suaminya berangkat kerja.

Spontan membuat saya tertawa terbahak-bahak usai membaca komentar-komentar dari pengunjung setianya. Duh, ternyata rubrik ini sudah banyak yang menanti ya. Sama seperti saya yang suka penasaran, kira-kira tema berikutnya akan membahas apa ya? 

Oh iya, Nyak Rotun meski pun banyak menghabiskan waktunya di rumah sambil mengurus anak-anaknya, juga sering memanfaatkan waktu untuk upgrade diri loh. Salah satunya dengan cara bergabung di IIP Ibu-ibu profesional. Kalau dari tulisan rangkumannya, kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Ibu dalam rumah tangga, agar tidak ada lagi tuh yang namanya rasa minder karena merasa bukan Ibu yang baik.

Saya lihat sendiri, beberapa materinya memang ditujukan untuk memberi kesempatan bagi para Ibu untuk muhasabah serta menilai dan melakukan observasi sudah sampai mana usaha yang dikerahkan untuk menjadi sosok Ibu yang profesional, sesuai dengan nama kegiatannya.

Penutup

Saya pernah mendengar langsung dari Kang Maman, bahwasannya sudah seharusnya kita senantiasa menuntut ilmu atau berkumpul dengan kumpulan yang senantiasa memberikan ilmu (juga ilmu fotografi) untuk meningkatkan kemampuan kita sebagai manusia, dalam hal ini membaca juga bisa menjadi satu cara untuk upgrade skill dan diri kita. Sehingga waktu yang kita miliki setiap hari bisa kita optimalkan dengan baik.

Menjadi seorang Ibu bukanlah hal yang mudah, pastinya, karena ada banyak hal yang terkadang mengejutkan. Seolah-olah setiap hari akan selalu ada kejutan yang menanti untuk disapa. Dan, bagi Nyak Rotun menjadi sosok Ibu memang cukup, karena beliau senantiasa mengikutsertakan rasa syukur untuk mencukupi hasratnya sebagai manusia.

Silakan berkenalan langsung dengan Nyak Rotun, sosok yang bisa menjadi inspirasi untuk kita. Atau bisa jadi tulisannya membantu pembaca yang tengah membutuhkan informasi tertentu.

Nyak Rotun

Blog : nyakrotun.com & dapurotun.com

Instagram : @rotundf & @dapurotun

Written by

Leave a Reply

%d bloggers like this: