Film Tentang Bagaimana Penulis Profesional Membuat Karakter Fiksi Mereka Menjadi Hidup

jurus menulis fiksi

Seringkali di setiap seminar atau buku-buku yang menulis tentang kepenulisan. Disebut-sebut, bahwa meski merupakan kisah fiksi ada baiknya menjadikan karakter tokoh mereka tampak seperti hidup. Atau memiliki sisi-sisi humanisme di dalamnya. Namun, apakah kemudian hal ini akan menjadi sesuatu yang menyenangkan jika karakter fiksi tersebut benar-benar bukan sekadar tampak hidup?

Film Tentang Bagaimana Penulis Profesional Membuat Karakter Fiksi Mereka Menjadi Hidup

Diperankan oleh Paul Dano, Calvin Weir-Fields adalah seorang penulis muda yang karyanya sangat terkenal. Namun, Calvin memiliki kesulitan dalam menyelesaikan buku keduanya. Dia merasakan seperti adanya kehampaan yang terus membuatnya frustasi. Hingga dia menemui seorang terapis, Dr. Rosenthal, yang membantunya untuk bisa menyelesaikan karyanya. Tapi, ketika sang terapis meminta padanya agar dia menulis apa saja, mau itu bagus atau tidak, Calvin sempat menolak.

Scotty, nama anjing milik Calvin, merupakan salah satu hasil dari saran Rosenthal untuknya. Tujuannya, agar Calvin bisa berkomunikasi dengan makhluk hidup lain yang harapannya akan menjadi jalan pembuka bagi Calvin bisa berkomunikasi dengan orang lain. Kehidupan Calvin di film ini yang senang menyendiri, bisa dikatakan introvert, serta tidak cukup merasa nyaman ketika berada di keramaian membuat Calvin bahkan tak pernah menghabiskan waktu dengan orang lain selain kakaknya. Itupun dia datang karena khawatir dengan sang adik. Berawal dari sebuah mimpi yang membuat Calvin merasa nyaman dan tenang. Kehidupannya mulai mengalami naik dan turun secara drastis. Kehadiran sosok wanita berambut merah yang tidak dia ketahui namanya saat pertama kali bermimpi tentangnya mendatangkan banyak spekulasi. Apakah dia wanita yang pernah menjadi kekasihnya? Apakah dia pernah mengalami trauma?

Berawal dari sebuah mimpi yang membuat Calvin merasa nyaman dan tenang. Kehidupannya mulai mengalami naik dan turun secara drastis. Kehadiran sosok wanita berambut merah yang tidak dia ketahui namanya saat pertama kali bermimpi tentangnya mendatangkan banyak spekulasi. Apakah dia wanita yang pernah menjadi kekasihnya? Apakah dia pernah mengalami trauma?

Tujuannya, agar Calvin bisa berkomunikasi dengan makhluk hidup lain yang harapannya akan menjadi jalan pembuka bagi Calvin bisa berkomunikasi dengan orang lain. Kehidupan Calvin yang senang menyendiri, bisa dikatakan introvert, serta tidak cukup merasa nyaman ketika berada di keramaian membuat Calvin bahkan tak pernah menghabiskan waktu dengan orang lain selain kakaknya. Itupun dia datang karena khawatir dengan sang adik. Berawal dari sebuah mimpi yang membuat Calvin merasa nyaman dan tenang. Kehidupannya mulai mengalami naik dan turun secara drastis. Kehadiran sosok wanita berambut merah yang tidak dia ketahui namanya saat pertama kali bermimpi tentangnya mendatangkan banyak spekulasi. Apakah dia wanita yang pernah menjadi kekasihnya? Apakah dia pernah mengalami trauma?

Apakah dia pernah ditolong oleh wanita itu? Kemudian, pada sesi konsultasi bersama Rosenthal itulah, di film ini kita diperlihatkan benda kesayangan Calvin selama sesi berjalan. Boneka yang konon hanya diperuntukkan bagi Calvin seorang. Tapi, di sini Rosenthal berusaha mendorong Calvin untuk menggambarkan bagaimana wanita tersebut. Dan memberi ide untuk menuliskan tentangnya. Tapi, Calvin kembali menolak dengan alasan dia tidak pernah mau menulis karakter yang bisa membuatnya jatuh cinta.

Yang paling menarik adalah obrolan Calvin dengan kakaknya, Harry, saat keduanya tengah berolahraga di gym. Sang kakak menanyakan apakah dia bermimpi berhubungan dengan gadis dalam mimpinya itu? Jawabannya adalah tidak. Dan, Harry mengatakan bahwa kehidupan Calvin sangat memprihatinkan sejak dia tak mampu bersosialisasi dengan baik. Bahkan, dia merasa tidak perlu bertemu apalagi berkumpul dengan teman-temannya.

Suatu hari, setelah kehidupannya mulai merasa terombang-ambing dengan tenggat waktu buku selanjutnya, hingga mimpi tentang seorang gadis yang akhirnya dia coba untuk tuangkan ke dalam tulisan. Kejadian yang cukup aneh membuat Calvin menelpon seorang gadis yang memberinya nomor telepon kepadanya. Pasalnya, saat Calvin memulai draf untuk buku keduanya itu, dia menikmati imajinasinya yang dia wujudkan dalam dunia nyata. Yang saya tangkap saat bagian ini adalah Calvin berusaha untuk membangun komunikasi dengan Ruby, nama gadis itu, dan menghabiskan banyak waktu dengannya berbincang ini dan itu.


Tapi, tak disangka-sangka jika keesokan harinya ada seorang gadis yang mirip sekali dengan Ruby yang ada dalam bukunya. Apakah sebenarnya Ruby ini gadis asli yang membuat Calvin jatuh cinta? Masalah asli atau tidak, mari kita buktikan.

Harry sendiri tidak mempercayai cerita Calvin yang mengatakan bahwa Ruby menjadi nyata dan berada di rumahnya. Harry khawatir jika imajinasi Calvin sudah terlampau parah sehingga meminta Calvin untuk keluar rumah dan berbicara dengan orang lain. Siapa pun it agar memperbaiki sedikit halusinasi Calvin.

Akhirnya Calvin menghubungi nomor gadis yang waktu itu dia temui di acara bincang buku. Keduanya berbincang di sebuah cafe, tapi siapa sangka Ruby mengikutinya dan bertanya pada Calvin. Namun, tidak dia gubris karena dianggapnya Ruby adalah khayalannya. Dan, keanehan terjadi, karena setiap orang yang ada di sekitarnya bisa berkomunikasi dengan Ruby dan bisa melihat Ruby tentunya.

ruby sparks



Fakta inilah yang membuat Calvin mengundang Harry untuk menemui Ruby. Di sinilah ada keanehan yang cukup unik terjadi. Sebelumnya, setelah kehadiran Ruby, Calvin memutuskan untuk berhenti menulis. Dia tidak ingin melanjutkan tulisannya hanya karena ingin menikmati waktu-waktunya bersama Ruby. Di sinilah, Harry ingin meyakinkan Calvin siapa sesungguhnya sosok Ruby dengan mencari tahu. Jika dia adalah gadis fiksi yang menjadi kenyataan, maka harus dibuktikan dengan menulis sesuatu tentangnya. Sesuatu yang bisa dilihat secara langsung. Namun, jika tidak terjadi perubahan apa-apa setelah Calvin menuliskannya, maka gadis itu adalah seorang penipu. Pada akhirnya, Calvin duduk kembali di hadapan mesin tik-nya.

Menuliskan sesuatu tentang Ruby, kalau Ruby bisa berbahasa Prancis dan dia tidak menyadari bahwa dia sering menggunakan bahasa itu tanpa sepengetahuannya. Di saat yang bersamaan, Harry menanti keajaiban itu muncul dengan menunggu Ruby di dapur. Benar saja, setelah bunyi ‘Ting’ dari mesin Tik milik Calvin sebagai pertanda dia selesai menulis satu baris. Ruby seketika itu menggunakan bahasa Prancis dengan sangat lancar, meski dia tidak sadar akan hal itu. Ini membuat Harry tertawa dan semakin tertarik dengan fakta mengenai Ruby dan meminta Calvin untuk memanfaatkan hal tersebut agar bisa mengenal siapa sosok gadis itu.

Namun, keinginan Calvin sudah bulat, dia tak ingin kembali menulis karena ingin menghabiskan waktu dengan Ruby. Calvin memang benar-benar menghabiskan waktu bersama Ruby, dalam artian di dunia ini hanya ada mereka berdua. Dari mulai pergi mengunjungi orang tua Calvin, kemudian pergi ke konser berdua. Semuanya dilakukan hanya berdua saja. Hingga suatu ketika, Ruby merasakan kesepian karena dia merasa aneh dan ingin kembali menjadi gadis periang yang bisa berkumpul bersama teman-temannya. Dari sinilah keputusan untuk bertemu seminggu sekali tercipta.

Namun, keputusan itu terasa memberatkan bagi Calvin, hingga kemudian, film ini semakin mendebarkan, dia memutuskan untuk mengubah Ruby menjadi seperti apa yang diinginkannya. Sekali mencoba, tampaknya hal itu berhasil. Hingga kemudian dia berulang kali mencoba menciptakan Ruby melalui lembar demi lembar tulisannya yang kemudian menjadikan Calvin bergantung padanya. Hingga suatu malam keduanya bertengkar hebat.

calvin ruby sparks

Kenapa Film Ini Layak Ditonton?

Sebenarnya, kalau jeli dan bisa mengambil beberapa bagian yang cukup mengesankan dari film ini. Para penulis pemula yang ingin menciptakan karakter tokoh yang tampak mengesankan atau membuat cerita yang sedikit masuk akal, bisa mencontohnya dari film ini.

1. Di sini, Calvin mencurahkan dirinya untuk menggambarkan siapa gadis berambut merah itu. Pada mulanya. Namun, bagi Harry, tulisannya tidak ada sesuatu yang menarik. Terkesan datar. Karena, penggambaran Calvin masih mengambang akibat dirinya masih merasa bahwa dia hanya gadis dalam mimpi yang tidak berpengaruh pada kehidupannya atau kehidupan orang lain.

2. Saat Calvin mulai menjalin komunikasi, berdekatan dengan tokoh dalam ceritanya, di sinilah timbul emosi yang terjalin melalui tulisannya. Bahkan, draf yang belum selesai itu, sudah mulai terasa berbeda dan tampak lebih ‘hidup’. Di sini, bagian yang terpenting adalah berbincanglah dengan karaktermu seolah kamu berbincang dengan temanmu sendiri melalui tulisan.

3. Buatlah sisi humanisme di dalam karakter tokohmu atau dalam dirimu yang berada di atas selembar kertas. Begini, tidak jarang banyak penulis yang menyematkan sosok dirinya sebagai perwakilan salah satu tokoh yang dia tulis. Meski ingin bersikap narsis mengenai diri sendiri, tentunya harus tetap mengemasnya menjadi sedikit lebih realistis. Ada rasa marah, ada rasa sedih dan rasa putus asa yang ditunjukkan dalam sikap karakternya, bukan sekadar dari dialog saja.

4. Sejatinya, apa yang dikatakan para penulis profesional itu benar adanya. Bahwa ide itu bertebaran dimana saja. Kita bisa mengemas cerita tentang diri kita dan teman kita sebagai permulaan untuk berlatih menghidupkan cerita sehingga memiliki kekuatan dan keunikan yang berbeda. Sehingga tidak terkesan datar.

Informasi Tentang Film


Title : Ruby Sparks (2012) || Directors: Jonathan Dayton, Valerie Faris || Writer: Zoe Kazan || Stars: Paul Dano, Zoe Kazan, Annette Bening || Duration : 1h 44min || Genres: Comedy | Drama | Fantasy | Romance || Country: USA || Language: English | French 


Penutup

Pada akhirnya, di sini seolah ingin menyampaikan bahwa bagi seorang introvert adalah hal yang wajar untuk tetap menemukan sosok lain dalam hidup. Sebagai teman, entah itu berbincang atau untuk sekadar berbagi kabar. Jika sulit untuk berdekatan, tak mengapa, asalkan tetap bisa berusaha menjalin percakapan dengan orang yang tepat. Sayangnya, bagi sebagian orang, menemukan orang yang tepat bukanlah perkara mudah. Karena itu, jangan menyerah. Teruslah mencari, karena Tuhan masih menyediakan banyak orang baik yang tulus untuk kita, namun diri kita ini haruslah berusaha lebih keras mencarinya. Jangan patah semangat, bagi kalian yang ingin melanjutkan tulisan. Ketahuilah, jika writers block menghadang, ada obatnya. Bersenang-senang di alam bebas.

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – BuzzerFor more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

4 comments / Add your comment below

Leave a Reply

%d bloggers like this: