Bebeland Wahana Permainan Untuk Asah Rasa Peduli Anak

Bebeland

Apa yang akan Ibu-ibu Hebat lakukan untuk mengasah kecerdasan sosial anak? Sebelumnya, mari kita telusuri, apa sih Kecerdasan Sosial itu?

Kecerdasan Sosial Anak adalah kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anak-anak dalam berinteraksi secara sosial serta menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Biasanya, anak-anak yang memiliki kecerdasan sosial ini akan tampak lebih ramah, banyak senyum hingga memiliki banyak teman.

Sebagai orang tua, tentu Ibu Hebat ingin yang terbaik untuk anak. Baik perkembangan secara intelektual, emosi hingga spiritual. Jika perkembangan ketiga faktor tersebut lebih optimal. Maka, anak-anak akan menjadi generasi pemuda dan pemudi yang produktif dan memiliki kecerdasan yang lengkap.

Kenali Tiga Tingkat Kecerdasan Pada Anak

Kecerdasan Intelektual ini meliputi bagaimana seorang anak memecahkan masalah, mencari solusi dan menanggapi masalah yang ada di sekitarnya. Kemampuan ini didasarkan pada kinerja otak anak-anak. Sehingga, asupan bergizi sangat penting untuk memberikan nutrisi pada otak anak.

Kecerdasan Emosional merupakan kemampuan anak dalam mengelola, memahami dan mengontrol perubahan emosi yang terjadi di dalam dirinya atau orang yang ada di sekitarnya. Perlu dipahami, emosional bukan saja terdiri dari rasa marah. Tapi, juga tersusun dari banyak rasa seperti rasa senang, sedih, marah, kecewa dan lainnya. Jika ingin mengenalkan pada anak beberapa jenis rasa yang ada dalam emosional manusia, bisa ajak anak-anak menyaksikan film Inside Out.

Kecerdasan Spiritual merupakan tingkat kecerdasan yang lebih kompleks. Karena, menyangkut kemampuan seorang anak dalam mencari makna akan masalah yang terjadi di sekitarnya. Menurut Zohar dan Marshall, kecerdasan spiritual ini memegang peranan yang besar dan membawa pengaruh besar pada perilaku hingga tindakan anak-anak dalam menghadapi masalah. Anak yang memiliki kecerdasan spiritual akan mampu menerima perbedaan hingga meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

Bebelac Mendukung Ibu Hebat Agar Pertumbuhan Anak Hebat Tetap Optimal

Ketiga tingkat kecerdasan, berpusat pada otak anak. Pada hari Minggu 8 September 2019, di acara Bebeland yang bertempat di Summarecon Mall Bekasi. Psikolog Anak, Roslina Verauli, M.Psi, Psi. Menjelaskan bahwa kecerdasan spiritual dan emosional serta intelektual pada anak itu berpusat di otak. Jadi, otaklah yang memiliki peranan penting dalam mengelola kecerdasan anak.

Asupan bergizi bagi anak bukan hanya terfokus pada kesehatan pencernaan tapi juga melingkupi nutrisi bagi otak. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk menjaga pola makan anak-anak. Keseimbangan konsumsi buah, sayuran hingga nutrisi tambahan seperti susu juga sangat penting. 

talkshow bebelac


Bebelac sebagai brand susu yang memiliki pengalaman serta senantiasa berusaha melakukan banyak inovasi untuk nutrisi anak-anak di awal kehidupannya selama 100 tahun. Salah satunya dengan menghadirkan susu Bebelac yang kaya akan kandungan Fish Oil serta Omega 6, juga terdapat kandungan Omega 3 serta terdapat 13 vitamin dan 9 mineral. Bebelac juga memiliki kandungan yang seimbang antara FOS dan GOS untuk kesehatan pencernaan. 

Dengan asupan yang seimbang dan kaya nutrisi. Sehingga perkembangan otak anak-anak lebih maksimal. Bisa membantu orang tua untuk mengoptimalkan faktor lain yang berpengaruh terhadap tiga tingkat kecerdasan anak. Melalui stimulasi dari luar seperti mengajak anak-anak bermain permainan yang tak hanya bersifat edukatif tapi juga memiliki interaksi sosial di dalamnya. Bisa membantu anak mengembangkan aspek kecerdasan emosi, intelektual serta spiritual mereka.

Peran serta Bebelac untuk membantu orang tua mengasah kecerdasan anak dengan menghadirkan Bebeland. Yang merupakan tempat bermain anak-anak dengan aneka wahana permainan yang edukatif dan interaktif. Sehingga mampu mendorong perkembangan daya pikir serta tingkat kepedulian anak.

Kepedulian anak terhadap masalah di sekitarnya serta kemampuan anak mencari solusi untuk masalah tersebut, sangat berkaitan dengan tiga jenis kecerdasan anak. Sebab itu, permainan yang dihadirkan bisa juga menjadi inspirasi agar orang tua bisa memberikan stimulasi yang tak hanya terfokus pada motorik dan sensorik anak tapi juga pada kepedulian mereka. 

Stimulasi Kecerdasan Anak Dengan Permainan Problem And Solving

Mengapa anak-anak harus dioptimalkan kemampuannya dalam melihat dan mencari solusi akan permasalahan sosial dan lingkungan sejak dini? Faktanya, Mba Verauli mengungkapkan bahwa sejak bayi, manusia sudah diberi rasa kepedulian. Namun, kapasitas kepedulian mereka bergantung pada usia. 

Ketika berada di satu ruangan khusus bayi di rumah sakit. Jika ada satu bayi yang menangis, maka bisa membuat bayi yang lainnya juga ikut menangis. Tangisan bayi inilah yang merupakan contoh kepedulian yang sudah ada sejak lahir. Tapi, kemampuan dalam mengasah kepedulian ini memerlukan faktor dari luar. Yaitu peran aktif orang tua untuk membuat anak-anak memiliki kecerdasan yang komplit.

Bebesea

Di wahana bermain Bebeland kemarin. Saya mendapat pengetahuan dan informasi yang sangat bermanfaat. Mengenai stimulasi seperti apa yang baik untuk mengasah kepedulian anak terhadap lingkungan sosialnya. Ada dua metode yang digunakan oleh tim Bebelac dalam permainan Problem and Solving. Dan keduanya sangat tampak memberikan pengaruh pada anak-anak.

Mendongeng Sebagai Media Penyampaian

Menyampaikan sesuatu pada anak-anak itu sebenarnya mudah. Melalui mendongeng atau membacakan cerita pada anak. Sambil menyelipkan permasalahan serta solusi yang harus dilakukan. Bisa membantu anak mencerna stimulasi yang ingin diasah dengan mudah. 

Seperti kegiatan di Bebeland, ada salah satu kegiatan edukasi masalah lingkungan serta solusinya melalui mendongeng. Cerita yang disampaikan juga disertai gambar yang bisa menjadi media anak-anak memahami isi dan jalan cerita. Selain bisa menjadi media yang memberi kemudahan anak-anak dalam mencerna masalah dan solusi. Kegiatan mendongeng juga bisa membuat anak-anak merasa senang dan bahagia.

mendongeng

Mendongeng merupakan alternatif tambahan untuk memberi informasi dan pemahaman pada anak-anak mengenai sesuatu. Misalnya, anak-anak kurang suka sayuran. Bisa diajarkan mengenai fungsi dan manfaat sayur bagi tubuh melalui dongeng dan cerita. Itulah sebabnya, selain memberikan stimulasi, mendongeng pun merupakan aktivitas peningkatan literasi pada anak.

Wahana Permainan Edukatif Dan Interaktif

Setelah mendengarkan dongeng di dekat panggung utama. Anak-anak akan diajak mengitari wahana Bebeland. Seperti mengunjungi wahana BebeTown dimana ada permainan bernama Rock the Bike dengan mengenalkan masalah asupan listrik. Solusi yang ditawarkan yaitu mengayuh sepeda untuk menyalurkan listrik ke kota. Hasilnya, listrik di taman kota bisa menyala.

Ada juga permainan Connect the Gear yang mengajak anak-anak memperbaiki jam kota yang rusak. Aktivitas memperbaiki jam kota dengan menyusun gears yang tersedia. Permainan ini mengajak orang tua juga ikut aktif bermain bersama anak. Sehingga, ketika semua gears sudah terkumpul, hasilnya jam kota bisa berfungsi dan bisa membuat anak senang.

Ada juga wahana BebeSea yang mengajak anak-anak mengenal masalah lingkungan. Di permainan Collecting Trash, tentunya anak Hebat ini diajak untuk mengumpulkan sampah yang menjadi penyebab laut dan pantai tercemar sampah. Dari kegiatan ini, stimulasi kecerdasan emosional anak diasah agar peduli terhadap lingkungan.

Sementara di permainan Saving People. Anak akan ditawari imaginary problem berupa kisah seorang anak yang terdampar di pulau. Si kecil akan diajak membantu menyelamatkan anak yang terdampar itu dengan mengendarai perahu. Dengan permainan ini, diharapkan anak-anak Hebat bisa mengasah kecerdasan spiritual agar cepat tanggap bersosialisasi mengajak teman lainnya menolong anak yang terdampar ini.

Ada tiga wahana utama dari permainan di Bebeland ini. Dua wahana sudah saya ceritakan sedikit di atas yaitu BebeTown, BebeSea dan wahana lainnya BebeForest. Ketiga wahana ini dirancang dengan alur permainan yang menyajikan masalah serta solusi untuk mengasah kepedulian si kecil. 

Talkshow Parenting Tentang Tingkat Kepedulian Anak Sesuai Dengan Usia

Mbak Verauli pada Talkshow yang diadakan di acara Bebeland menyampaikan. Bagaimana proses anak-anak menyampaikan kepedulian sesuai usianya. Tadi, sudah saya sampaikan sedikit bahwasannya manusia dilahirkan dengan kepedulian. Seperti tangisan bayi yang serentak.

Sementara pada anak-anak sekitar 1 sampai 2 tahun, mereka mulai memahami kepedulian yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan sendiri. Semisalnya, ketika seorang anak melihat ayahnya menangis, kemudian menawarkan bonekanya untuk dipinjam sang Ayah. Ini adalah bentuk kepedulian yang sesuai dengan usia.

Pada tahap ini, anak-anak memiliki kepedulian yang tanpa batas. Masih belum memahami cara mengatasi masalah yang terjadi pada orang lain sesuai kebutuhan. Jadi, wajar jika seorang anak di usia ini akan memberikan bantuan yang sederhana.

Sekitar usia 3 sampai 4 tahun, barulah anak akan mulai mengalami peningkatan kepedulian. Seperti, ketika temannya jatuh, dia akan membantu atau menolongnya. Atau ketika anak-anak melihat mamanya bersedih, dia akan menunjukkan kepeduliannya dengan mengambilkan tisu.

Barulah ketika usia 5 sampai 6 tahun, kepedulian anak sudah terlihat menampakkan kemajuan. Di fase inilah anak-anak sudah mulai memahami ragam emosi dan bisa diajak untuk berlatih menyampaikan apa yang dirasakan oleh mereka. Sampai bagaimana sikap yang harus dilakukan ketika ada teman yang bersedih.

Meski anak-anak terlahir dengan kepedulian yang sesuai dengan usia. Stimulasi kecerdasan kompleks tetap dibutuhkan untuk anak-anak. Agar mereka tumbuh dengan kemampuan yang meliputi setiap aspek kecerdasan. Stimulasi ini bisa diberikan seperti : 

  • Pengenalan Emosi Sejak Dini
  • Tunjukkan Anak Tayangan Tentang Kepedulian Yang Sesuai Usia
  • Ajak Anak Menolong Temannya Yang Membutuhkan Bantuan
  • Libatkan Anak-Anak Dalam Pembicaraan Untuk Menyampaikan Apa Yang Mereka Rasakan
  • Ajarkan Anak Melakukan Sesuatu Saat Melihat Masalah Dengan Solusi Yang Mudah Dipahami

Pada talkshow mengenai kepedulian anak, turut mengundang Jonathan Frizzy dan istrinya. Mereka berbagi pengalaman mengasuh tiga orang anak mereka. Juga berbagi mengenai harapan dan keinginan mereka agar anak-anaknya tumbuh menjadi generasi yang hebat. Mama Dena, istri Jonathan Frizzy, membagikan kisah tentang anak mereka yang sempat mengalami kebingungan bahasa.

Ini terjadi ketika anaknya bersekolah di tempat yang menerapkan bahasa Inggris dan Mandarin sebagai bahasa pengantar. Tim pengajar mengatakan kalau anaknya, tidak banyak berbicara ketika di kelas. Tapi, mampu berkomunikasi dengan baik di luar jam pelajaran. Setelah mencari solusinya, akhirnya Mama Dena memutuskan memindahkan sang buah hati ke sekolah lain.

Ternyata, kebingungan bahasa adalah alasan utamanya. Faktor ini juga tentunya bisa dialami banyak anak. Apalagi, jika bahasa sehari-hari yang digunakan tidak sesuai dengan bahasa pengantar di sekolah. Oleh sebab itu, penting untuk orang tua memperhatikan kebutuhan anak-anak. Apakah lingkungannya sudah sesuai dan membuat mereka mampu berkomunikasi dengan baik atau tidak.

Jika tahapan komunikasi ini sudah dijalani. Anak-anak tentu akan mampu belajar peduli dengan lingkungannya. Tentu, kebingungan akan bahasa bisa menghambat seorang anak untuk bertindak. Sebab itu, harus dilihat terlebih dahulu bagaimana lingkungan anak dibesarkan.

Penutup

Mengikuti acara yang diadakan oleh Bebelac ini ternyata banyak menambah wawasan untuk saya. Terutama, mengenai hubungan antara permainan dengan kemampuan peduli pada anak-anak. Serta tingkatan kepedulian yang berpengaruh pada usia anak-anak.

Acara seperti ini sangat sayang untuk dilewatkan. Memang, wahana Bebeland ini sudah selesai digelar di Bekasi pada tanggal 8 September 2019, hari ini. Tapi, jangan khawatir, kegiatan Bebeland akan hadir lagi pada tanggal 28-29 September 2019 di Tunjungan Plaza Surabaya dan tanggal 26-27 Oktober 2019 di Plaza Medan Fair.

Untuk Ibu-ibu Hebat yang ingin datang. Jangan lupa catat tanggalnya, ya! Karena, selain menghadirkan permainan seru, edukatif dan interaktif. Ada juga talkshow yang bisa dimanfaatkan untuk Ibu Hebat yang mungkin punya masalah tumbuh kembang anak. Juga, ada gerai penjualan susu Bebelac yang bisa ditukar dengan hadiah tertentu. Seru deh acaranya! Terima kasih Bebelac untuk keseruannya hari Minggu ini di Bekasi. Ditunggu kegiatan lainnya yang edukatif dan informatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *