Belajar Optimasi Blog dari Blogger Balikpapan

Blogger Balikpapan

Blogger Balikpapan yang memiliki nama Lidha Maul merupakan seorang Ibu Rumah Tangga dengan satu anak perempuan yang lucu. Dengan apa adanya, Mbak Lidha menulis segala sesuatu apa adanya, tanpa berlebih-lebihan sehingga terkesan lebay. Tinggal di balikpapan, sebuah kota yang belum pernah saya singgahi, membuat saya membayangkan seperti apa tempat tinggal beliau.

Tertulis pada halaman “About” yang membuat imajinasi saya terbang, saat membaca kalimat : “tinggal berdekatan dengan hutan dengan danau yang menguning. Dimana burung-burung ramai di pagi dan sore hari. Kupu-kupu berwarna-warni sangat senang menampakkan diri. Dan taburan bintang-bintang di malam hari serasa membius.” Tidakkah bagi seorang warga Bekasi, tempat yang saat ini sudah mulai merangkak menjadi kota besar, dengan kondisi lapangan luas diganti dengan pemandangan perumahan cluster, hal tersebut merupakan kehidupan yang ‘diimpikan banyak orang yang tinggal di kota besar’.

Meski memang Bekasi bukan kota Megapolitan seperti Jakarta, tapi sebagai wilayah penunjang kota besar, Bekasi mau tidak mau turut serta ikut membangun. Tidak hanya pembangunan sarana publik, tapi juga pembangunan dalam semua bidang – khususnya tempat perbelanjaan. Sama seperti jargon sindiran bagi para manusia di muka bumi, bahwasannya “rumput tetangga lebih hijau”, setiap mendengar orang-orang tinggal di suasana asri pedesaan, suasana dimana memudahkan empunya rumah untuk berinteraksi dengan alam secara langsung, membuat saya berbahagia dan ingin juga merasakan hal tersebut. Bukan tak bersyukur, tapi untuk menikmati udara segar tanpa kontaminasi polusi rasanya memang dibutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit.

Pun, demikian ketika saya membayangkan tempat tinggal mba Lidha. Sebuah tempat yang rasanya akan membuat saya memiliki banyak spot menarik untuk merenung serta menarik ide yang terjerembab dalam kepala saya yang tidak begitu lebar tapi kadang sulit untuk menemukan ide tersebut :D.

Tentang Jeruk dan Filosofinya

Manfaat Jeruk

Mampir ke rumah maya Mba Lidha, membuat saya berpikir tentang pemilihan jeruk. Bukan, Mba Lidha tidak sedang menjajakan jeruk, tidak juga sedang menawarkan saya jeruk. Tapi, beliau mengambil filosofi tentang kondisi Jeruk yang memiliki isi berbentuk bulir-bulir kecil.

Baginya, setiap bulir jeruk seperti kehidupan Mba Lidha, dimana selalu berisi dengan cerita yang menarik untuk ditulis. Dengan demikian, saya melihat terasahnya Kecerdasan Majemuk ALATA atau kecerdasan majemuk dalam memahami alam sekitarnya dan lingkungannya. Jadi, sangatlah beruntung orang-orang yang sangat dikasihi dan disayangi oleh Mba Lidha, karena Jeruk aja bisa dipahami oleh beliau, gimana kamu pasti lebih dipahami dan disayangi #eeaa. 

Selain mengambil tagline pada blognya tentang bulir jeruk, yang juga terkandung pada filosofi buah jeruk yaitu Adaptasi dan Kebermanfaatan. Tunggu, maksudnya pada buah jeruk ada kedua hal yang terkandung juga pada eksistensinya? Iya, betul. Pada Eksistensinya yang bisa dipelajari dan diaplikasikan pada kehidupan. Bukan hanya sekadar rasanya serta jenisnya saja, Jeruk sendiri memiliki banyak hal yang menarik untuk dikupas tidak hanya kulitnya.

Adaptasi, keberadaan jeruk sudah bukan lagi hal yang baru bagi peradaban manusia. Buktinya, anak-anak sedari kecil sudah diajari tebak-tebakan bentuk buah dan salah satunya adalah buah jeruk. Meski pada toko kelontong, tukang sayur dan toko buah pinggir jalan, harga buah Jeruk bisa sangat murah sekali mengalahkan harga Apel yang masih selalu elegan harganya. Tapi, jeruk tetaplah jeruk yang sama ketika dilabeli harga sangat mahal, kemudian dijual di Mall berkelas. Dengan begini, saya berpikir bahwa tanpa sadar atau dengan sadar, Mba Lidha sudah mempraktekan dalam kehidupannya perihal adaptasi pada jeruk. Bagaimana pun Mba Lidha ditemui, baik di acara resmi maupun di rumahnya, beliau tetap dirinya sendiri. Tanpa mengubah esensi, etika atau persepsi apapun, Mba Lidha tetap mba Lidha. 

Sementara pemahaman tentang Kebermanfaatan, seperti apa manfaat jeruk? Banyak. Baaanyaak. Sudah banyak yang tahu kalau sariawan makanlah jeruk, karena mengandung vitamin C. Kalau mau buat mainan tradisional anak-anak, pilihlah kulit jeruk bali. Kalau mau tanam jeruk di rumah, tanam saja bijinya. Kalau diekstrak bulirnya, jadilah minuman instan yang terkenal itu. Manfaatnya banyak, tapi itu tetaplah jeruk, berasal dari jeruk. Seperti ini pula Mba Lidha, bukan yang diekstrak bukan.. Tapi menebar kebermanfaatannya melalui menulis, melalui eksperimennya pada kulit bawang, melalui ilmu yang pernah beliau berikan di sebuah Sekolah Menengah Umum. Manfaat yang selalu dibagikannya melalui tulisan yang menurut Pram akan abadi. Jadi, jelas sudah mengapa beliau memilih jeruk bukan sawo atau duren. Karena eksistensi mba Lidha akan selalu diingat sebagaimana mestinya.

Dalam dunia tulis menulis, baik bagi seorang blogger maupun seorang penulis, memiliki teknik-teknik yang sama soal menulis. Dari mulai Ejaan Bahasa Indonesia yang harus tepat. Kemudian diksi dan segala macam kosa kata serta bagaimana menarik pembaca agar betah, Mba Lidha sendiri memiliki tips untuk menulis kreatif sehingga pembaca betah.

Inilah 3 tips dari Mba Lidha agar tulisan kita membuat pembaca betah :


1. Pilihlah judul yang kreatif tapi tetap relevan.

Sekarang ini pembaca tidak dapat dibohongi lagi, sebagai seorang pembaca buku, saya sendiri sering memilah judul buku yang membuat saya tertarik. Entah karena judulnya ‘aneh’ atau ‘kreatif’ sehingga membuat saya penasaran. Seperti contohnya tulisan mba Lidha, “DIY : Hiasan Kulit Bawang”. 

Sebagai pembaca saya penasaran, itu kulit bawang mau diapain? Mau digoreng? Apa dijadiin bumbu? Dari sini saja orang sudah penasaran dan ingin tahu. Coba kalau saya yang nulis judul, “Kulit bawang Putih” udah aja pembaca males, sambil mikir “ya terus kenapa sama si bawang, emang gue pikirin!” *kemudian nangis jejeritan di bawah pohon ceri*.

Jadi, biar pembaca tertarik dengan tulisan yang dipublikasian di blog atau di media lain, sebaiknya pilih judul yang kreatif tapi tetap mewakili isi dari tulisan. Bukan hanya sekadar penarik traffic kemudian isinya tidak relevan, ini sama saja pembohongan publik, Jendral!


2. Tulislah dengan Gaya Penulisan yang konsisten.

Iya, dari ilmu tentang teknik menulis yang sebenarnya berlaku juga bagi calon penulis buku. Usahakan gaya penulisan kita itu konsisten. Kalau pakai aku, ya terus pakailah kata “aku” pada setiap tulisan, jangan dicampur dengan “gue”, “elo”, “sampeyan”, kecuali pada sebuah kutipan dialog. Dengan gaya penulisan yang konsisten, pembaca juga akan merasa betah, merasa nyaman dan seakan tengah didongengi secara langsung.

Begitu juga dengan gaya penulisan mba Lidha, yang bagi para komentator dari pengunjung blognya, isi dari tulisan beliau selalu menorehkan rasa penasaran, rasa lucu yang alami serta banyak hal yang membangun engagement pada para pembacanya. 



3. Sajikan Gambar pada tulisan

Kenapa harus ada gambar? Sebenarnya ini adalah pilihan optional sifatnya, mau dipakai sukur kalau enggak juga tidak masalah. Hanya saja, pemberian gambar pada tulisan ini banyak memberikan kelengkapan yang sifatnya sangat membantu. Selain untuk memperkecil bounce rate pada blog, juga membuat pembaca betah berlama-lama baca serta gampang untuk share ke media social lain karena nantinya gambar yang muncul sudah tersedia.

Begitu juga dengan tulisan Mba Lidha, karena sesuai dengan keahlian beliau dalam bidang desain, jadi setiap tulisan disematkan gambar yang menarik. Membuat saya sebagai pembaca betah, terus berpikir, “ih kok bisa”, “ih kok lucu sih”. Jadi, terbukti juga ilmu blogging yang kemarin saya terima, ini buktinya : pembaca betah berlama-lama membaca tulisan sampai habis.

Kelebihan dan Kekurangan

Layout blog profesional

Berbicara tentang isi tulisan Mba Lidha yang menarik, membawa saya juga pada penilaian subjektif berdasarkan pengalaman saya pribadi berkunjung ke rumah maya beliau.

Kelebihan :

1. Tampilan blognya sudah profesional, sesuai banget dengan ilmu optimasi blog yang sudah saya terima dari mba Shintaries.

2. Loading blog Mba Lidha ringan, sehingga tidak perlu menunggu lama. 

3. Penempatan widget serta menu yang sangat tepat, jadi untuk orang yang ingin mengontak Mba Lidha tidak bingung mencari-cari lagi, karena sudah diletakkan di menu paling atas pada laman blognya.

Setelah beberapa kelebihan tersebut, ada satu saja yang mengganjal yang ingin sekali saya sampaikan pada Mba Lidha, terkait tombol sharing ke Google Plus. Karena, meski facebook, twitter dan pinterest memang memegang peranan dalam mendatangkan traffic bagi blog, tapi Google Plus juga memegang peranan bukan hanya pada traffic, tapi langsung pada index di google search sendiri. Jadi, kalau boleh, ditambahin tombol berbagi melalui Google Plus-nya ya Mbak Lidha.

Sejauh ini, hanya satu saja kekurangan yang merupakan penilaian pribadi dari saya sendiri. Selebihnya? Silakan langsung berkunjung ke Blog beliau. Punya pengalaman pribadi bertemu atau komunikasi dengan Mba Lidha? Gimana kesannya dengan beliau? Silakan berbagi melalui kolom komentar :). Terima kasih.

Blog : http://www.bulirjeruk.com/

Instagram : https://www.instagram.com/bulirjeruk

Google Plus : https://plus.google.com/u/0/105663956570621674272

Twiter : https://www.twitter.com/lidhamaul

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – Buzzer For more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

Leave a Reply

%d bloggers like this: