Berkenalan dengan Blogger Perempuan dari Makassar

Blogger Perempuan dari Makassar yang bernama Mugniar Marakarma ini sering dikenal dengan panggilan Mbak Niar. Wanita kelahiran Makassar tahun 1974, sudah dianugerahi 3 orang anak. Ketiga anak inilah, yang saya lihat sering menjadi sumber cerita dari setiap tulisan Mbak Niar di blognya. Tidak heran jika ada orang lain yang berpendapat bahwa beliau ini adalah seorang pengajar, karena setiap tulisan yang dituangkan di blognya, Mbak Niar selalu memberikan ‘sesuatu’ bagi pembacanya untuk direnungi dan dipahami.

Menjadi seorang perempuan, bukan saja harus bisa segala, bukan saja harus menerima konsekuensi untuk melahirkan dan menyusui saja, tapi menurutnya menjadi seorang Ibu merupakan sebuah Tanda rasa Kasih Sayang dariNya. Sebuah pemikiran yang mendalam terhadap peran seorang Ibu dalam kehidupan rumah tangga serta kehidupan anak-anaknya, ini jugalah yang banyak menjadi pemikiran dan pertimbangan pembaca blognya ketika mampir di rumah maya beliau. Dengan tulisannya yang selalu ‘mengajak’ pembaca untuk mengenal dan memahami kehidupan dari sudut pandangnya, menjadikan sosoknya sumber inspirasi banyak orang. Melalui tulisannya ternyata inspirasi itu bisa sampai hingga ke seluruh negeri.

Blogger Perempuan dari Makassar


Pembuktian terhadap inspirasi yang ditularkan melalui tulisannya ini dapat dilihat dari seberapa sering beliau mengenalkan dunia blogger di beberapa stasiun swasta. Atau seberapa banyak tulisannya wara-wiri di media lain, apakah ketenaran itu berbentuk sebuah popularitas semata? Saya rasa tidak. Karena yang menjadi populer bukan sekadar Mbak Niar, tapi juga komunitas yang diwakilinya atau tulisan-tulisannya yang menjadi buah pemikirannya. Beliau menjadi populer dan dikenal oleh banyak kalangan blogger karena hasil dari tulisannya yang selalu menuliskan tentang kehidupan keseharian, kehidupan seorang Ibu, hidup menjadi perempuan itu seperti apa dari sudut pandang berbeda namun tetap memiliki kesan kesederhanaan. Apakah demikian juga sosoknya? Justru sosok kesederhanaan beliau inilah yang terlihat oleh saya melalui perantara Social Media.


Sebagai seorang Blogger Perempuan, tentunya selain menuliskan tentang bagaimana pengalamannya menjadi seorang Ibu dan Anak, Mbak Niar juga banyak menulis tentang bagaimana agar menjadi sosok perempuan yang Cerdas. Baik cerdas bagi dirinya sendiri maupun cerdas untuk lingkungan sekitarnya. Seperti apa cerdas bagi dirinya sendiri? Melalui tulisan beliau berjudul “Karena Semua Ibu berhak BAHAGIA” inilah yang membuat saya menyimpulkan bahwa beliau juga mengajak agar para perempuan, para Ibu agar memahami haknya untuk BAHAGIA.

Bukan hanya Ibu yang bisa memasak segala macam rupa masakan saja yang boleh bahagia, sementara yang belum atau tidak suka masak tidak memiliki hak berbahagia. SEMUA BERHAK UNTUK MENIKMATI KEBAHAGIAAN. Dengan tulisannya, Mbak Niar kembali memberikan ‘sesuatu’ yang membuat perempuan dapat melihat kembali dan memikirkan kembali eksistensi Perempuan satu dengan yang lainnya. Cerdas, bukan? Begitu pula dengan tulisan lainnya yang mengajak agar Cerdas untuk lingkungan sekitarnya, “Merkuri meyakinkanku bahwa menjadi Ibu haruslah Cerdas“. Dari kisah Mbak Niar pribadi yang membantu anaknya belajar, diketahui bahwasannya untuk membantu anak-anak belajar, seorang Ibu juga ‘dituntut’ untuk juga menguasai apa yang menjadi pelajaran anak tersebut. Tidak asal memberikan jawaban dari pertanyaan yang tersedia. Tapi, juga ikut mencari jawaban yang benar-benar sesuai agar tidak mengecoh pemahaman anak-anak nantinya.



Saya memiliki pendapat, bahwasannya pemahaman Mbak Niar terhadap posisinya untuk menjadi Perempuan yang Maju dan Cerdas bukan hanya didapat dari hasil perenungannya, pemikiran mendalamnya serta pengalaman hidupnya saja. Tapi, juga melalui event-event atau seminar yang diikuti oleh Mbak Niar. Karena, melalui seminar yang ditulis oleh Mbak Niar di blognya, banyak sekali event yang diperuntukkan untuk kebutuhan seorang Ibu dan Wanita. Tidak heran jika hal ini justru semakin mengoptimalkan pengetahuan beliau untuk dunia Perempuan. Justru, meski ilmu tersebut sudah didapat olehnya, beliau tidak serta merta menyimpannya untuk dirinya sendiri. Tapi juga membaginya agar pembaca lain – dalam hal ini Perempuan – juga dapat mengambil manfaat yang didapat juga olehnya.

Sekarang, saya ingin bertanya pada diri saya sendiri, apa yang membuat saya betah membaca setiap postingan Mbak Niar?

Salah satunya adalah cara beliau menuliskannya. Betul, tulisan Mbak Niar benar-benar sebuah tulisan yang menceritakan sesuatu dengan lancar. Story Telling, begitu banyak dikenal oleh setiap penulis maupun blogger. Teknik Story Telling (yang bahkan saya sendiri belum mampu untuk mempraktekkan) yang membuat saya sebagai pembaca blog Mbak Niar, merasa betah. Tidak ingin menggunakan teknik skimming atau skiping dalam membaca, tapi justru menyelami kata demi kata yang dituangkannya menjadi sebuah kalimat. Bukan hanya itu saja, pemilihan judul yang sangat unik dan kreatif, membuat saya sendiri penasaran akan apa yang ingin dibahas oleh beliau (ini juga saya masih belum bisa mempraktekkannya). Selain penasaran, banyak juga pembaca yang kemudian menuangkan komentarnya, ikut larut dalam setiap tulisan-tulisannya.

Ini membuktikan bahwa Mbak Niar benar-benar membangun hubungan yang baik dengan pembacanya meski melalui tulisannya. Tidak heran jika semua tulisannya ini membuat saya selalu tidak bosan untuk mampir ke blognya. Melihat jejak karya beliau melalui halaman “Jejak Saya”, bisa dibuktikan bahwa kemahiran beliau dalam dunia tulis menulis melalui proses yang panjang sekali. Saya yakin, penghargaan demi penghargaan yang pernah diterimanya, juga melalui tahapan NOL, tidak kemudian serta merta menjadi HEBAT DALAM SEKEJAP. Jadi, process does matter, isn’t it?


Terakhir, yang membuat saya merasa bergembira juga, yaitu kegemaran Mbak Niar membaca buku juga menuliskan resensinya. Seakan menemukan teman di tengah keramaian, mendapati blog yang bertemakan khusus resensi buku miliknya membuat saya kemudian memuaskan rasa lapar saya terhadap ulasan-ulasan buku yang belum pernah saya baca. Blognya memang baru berusia satu tahun, tepat bulan April tahun 2015 lalu, blog buku milik Mbak Niar dipublish. Tapi, isi dari blog tersebut sudah penuh, berisi sekitar 64 postingan (dilihat dari welcome note di sidebar blog), bukan jumlah yang sedikit. Jadi, pembaca yang ingin mengetahui buku apa saja yang pernah dibaca oleh Mbak Niar, bisa segera meluncur ke blognya di “Dunia Buku Mugniar”.

Menulis tentang sosok yang inspiratif seperti beliau ikut membuat saya bersemangat. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat juga. Bagaimana dengan Anda? Apa kesan Anda dari sosok Mbak Niar, silakan berbagi melalui kolom komentar :). Terima kasih.



Blog : http://www.mugniar.com/

Twitter : https://twitter.com/mugniar

Google Plus : https://plus.google.com/+MugniarMarakarma

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – Buzzer For more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

Leave a Reply