Cintai Ejaan Bahasa Indonesia – Penulisan Huruf Kapital

Huruf Kapital

Cintai Ejaan Bahasa Indonesia. Seperti tulisan sebelumnya dari Materi yang dibawakan oleh Mba Haya Aliya di acara Fun Blogging, yaitu Tips Agar Tulisan Bertenaga. Salah satu poin dari tulisan tersebut adalah untuk menggunakan Ejaan Bahasa Indonesia pada tulisan yang ditayangkan di blog. Ini guna menunjukkan, seberapa profesional narablog tersebut, sehingga pengunjung yang membaca tidak akan jenuh untuk kembali membaca tulisan narablog yang bersangkutan.

Kaidah dasar dalam Ejaan Bahasa Indonesia sebenarnya sudah dipelajari oleh banyak orang sejak masih di Sekolah Dasar. Namun, memang untuk mempraktekkan ilmu ini dibutuhkan komitmen serta praktek yang terus menerus, karena sifat ilmu Kaidah EBI ini bukan sekadar teori. Tapi juga ilmu yang harus dipraktekkan sehingga terbiasa menggunakannya.

Beberapa waktu lalu saya mendapat kabar melalui timeline facebook, terkait blogger yang mengikuti sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia. Ini guna mencanangkan penggunaan Bahasa Indonesia agar lebih banyak digunakan dalam setiap tulisan dan dalam berbahasa. Sebuah berita yang positif, menurut saya, karenanya sebagai seorang blogger pemula, saya juga ingin membagikan teori tentang Ejaan Bahasa Indonesia.

Materi ini saya ambil dari acara Fun Blogging (baca Juga “Fun blogging 11”) juga melalui surat edaran dari Pak Anis Baswedan yang saya dapat. Berisi beberapa hal tentang Ejaan bahasa Indonesia.

Mari Belajar Ejaan Bahasa Indonesia

Penggunaan Huruf Kapital

Seperti yang sering kita tahu, huruf kapital atau dulu saya menyebutnya Huruf Abjad Besar, sering menempati urutan pertama pada awal kalimat. Namun, penggunaan huruf kapital juga terbagi menjadi beberapa bagian.

Sebagai Huruf Pertama Awal Kalimat.

Contoh : Apa maksudnya?

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Contoh : Amir Hamzah

              Jendral Kancil

Dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh : Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”

Dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Contoh : Islam

               Allah akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya.

Dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar, kehormatan, keturunan, keagamaan atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Contoh : Sultan Hasanudin

               Ruhut Sitompul, Sarjana Hukum

               Selamat datang, Yang Mulia.

Dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.

Contoh : Wakil Presiden Adam Malik

               Gubernur Papua Barat

Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa.

Contoh : bangsa Indonesia

               suku Dani

*catatan : Nama bangsa, suku bangsa dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dengan huruf awal capital.

Contoh : pengindonesiaan kata asing / keinggris-inggrisan / kejawa-jawaan

Dipakai sebagai  huruf pertama nama tahun, bulan, hari dan hari besar atau hari raya.

Contoh : tahun Hijriah

              bulan Agustus

Dipakai sebagai huruf pertama nama peristiwa sejarah.

Contoh  : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

*catatan Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Contoh : Pulau Miangas

              Pegunungan Himalaya

*Catatan (1) : Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : berlayar ke teluk. Berenang di danau.

*(2) : Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital. Misalnya : jeruk bali.

Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya. Seperti misalnya : Kita mengenal berbagai macam gula, seperti gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren dan gula anggur.

Sementara contoh di bawah ini bukan merupakan nama jenis :

>> Dia mengoleksi batik Cirebon, batik Pekalongan, batik Solo, batik Madura.

Dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi atau dokumen. Kecuali, kata tugas, seperti dikedaridanyang, dan untuk.

Contoh : Republik Indonesia

              Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia

              Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Huruf kapital juga dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel dan makalah. Serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas seperti dikedariyang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh : Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

               Ia menyajikan makalah “Penerapan Asas-Asas Hukum Perdata”

Digunakan juga sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan.

Contoh :

S.H. : sarjana hukum

S.K.M. : sarjana kesehatan masyarakat

S.S. : sarjana sastra

M.A. : master of arts

M.Hum. : magister humaniora

K.H. : kiai haji

Dg. : daeng

Dt. : datuk

Dr. : doktor

Sdr. : saudara

Dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik dan paman, serta ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Contoh : “Kapan Bapak berangkat?“ tanya Hasan.

*Catatan (1) : Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan. Misalnya : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

*Catatan (2) : Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital. Seperti dalam kalimat : Sudahkah Anda tahu?

Penutup

Dengan mencintai Ejaan Bahasa Indonesia, ini juga bisa memberi kemudahan pada setiap orang ketika menulis, entah itu untuk keperluan akademis, pekerjaan atau untuk keperluan blogging. Karena dengan berusaha mempelajari EBI, setidaknya bisa ikut serta membudayakan Bahasa Indonesia, serta menunjukkan profesionalitas seorang blogger juga. Jadi, tidak ada ruginya untuk belajar lagi dan lagi, meski dahulu ketika sekolah pernah diajari. Tapi, kalau tidak terus menerus dipraktekkan, ilmu itu bisa luntur atau malah menghilang dari ingatan.

Sekian materi Ejaan Bahasa Indonesia, yang saya tuliskan lengkap sesuai dengan pakem yang ada. Kebetulan, materi ini juga dibahas di acara Fun Blogging Community, yang mana materi ini muncul pada bagian narasumber mba Haya Aliya Zaki. Beliau menekankan juga betapa pentingnya penulisan yang sesuai dengan EBI agar pengunjung blog merasa nyaman ketika membaca tulisan kita.

Materi pembelajaran EBI ini masih banyak, meliputi penggunaan huruf miring, huruf tebal, penulisan kata seperti kata dasar, kata berimbuhan, bentuk ulang, gabungan kata, pemenggalan kata, kata depan, partikel, singkatan dan akronim, angka dan bilangan, kata ganti, kata sandang, diftong, penulisan huruf kapital (seperti materi yang ada di atas), pemakaian tanda baca yang meliputi penempatan tanda titik, koma, tanda titik koma, tanda titik dua, tanda hubung, tanda pisah, tanda tanya, tanda seru, tanda elipsis (materi ini juga muncul di pembahasan pada acara Fun Blogging), tanda petik, tanda petik tunggal, tanda kurang, tanda kurang siku, tanda garis miring, tanda penyingkat. Juga meliputi penulisan unsur serapan.

Bagaimana? Dengan banyaknya poin-poin yang memang perlu dipelajari ulang dalam penulisan Ejaan Bahasa Indonesia, ini membantu saya untuk fokus dalam berlatih. Karena, belajar penulisan yang baik itu memang harus segera dipraktekkan, bukan hanya sekadar teori. Apalagi dengan banyaknya materi dan syarat yang menyertai setiap penggunaan dalam EBI, rasanya memang saya harus menyediakan waktu untuk terus belajar agar benar-benar paham.

~~~

Pembaca memiliki pengalaman dalam belajar Ejaan Bahasa Indonesia? Atau justru punya pengalaman ikut sertifikasi Ejaan Bahasa Indonesia? Silakan berbagi pengalaman pembaca yang relevan dengan tulisan ini pada kolom komentar, agar bisa bermanfaat juga bagi pengunjung yang lain. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *