Tempat Wisata Di Semarang Untuk Liburan Akhir Tahun

akhir tahun

Akhir tahun sebentar lagi. Sekarang sudah bulan September. Tanpa terasa bulan Desember akan menyapa. Anda sudah menentukan tempat untuk liburan akhir tahun belum? Biasanya, menjelang akhir tahun banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara. Tak hanya tempat wisata, bahkan tempat menginap seperti hotel maupun vila, sering kali penuh saat akhir tahun.

Kalau pembaca belum ada rencana liburan. Atau sedang menggigit kuku karena budget untuk liburan sedang tipis-tipisnya. Kenapa tidak mencoba liburan ke Semarang? Sebagai ibu kota dari Provinsi Jawa Tengah. Kota ini banyak menyajikan tempat wisata mulai dari wisata alam sampai wisata sejarah. Dengan harga tiket masuk yang terbilang murah. 

Sebelum itu, bagaimana kalau pembaca mempersiapkan diri. Memesan tiket akomodasi menuju Semarang. Sebelum kehabisan. Setelah itu, pastikan jadwal yang pembaca pilih, tidak bentrok dengan jadwal lain. Juga, pastikan sudah memesan tempat untuk menginap. Kalau belum ada ide untuk tempat menginap, saya kasih rekomendasi, nih. Beberapa Hotel  Di Simpang Lima Semarang yang menawarkan biaya per-malamnya cukup ramah untuk tabungan. Jadi, selama liburan akhir tahun, tabungan tidak langsung tipis, apalagi meringis.

Hotel Di Simpang Lima Semarang

Kenapa harus di Simpang Lima? Karena, lokasinya strategis. Cukup dekat dengan stasiun kereta. Tempat makan yang ramah di kantong. Serta, dekat dengan pelayanan rumah sakit. Beberapa hotel ini juga menawarkan harga yang cukup ramah dan enggak bikin tabungan meringis.

Aruuman Hotel Simpanglima Semarang

aruuman

Terletak di Jalan Erlangga Barat VI/11A , Semarang Selatan, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50241. Hotel ini menawarkan harga per kamarnya mulai dari 269.000 rupiah. Petugas resepsionisnya bekerja selama 24 jam. Jadi, just in case pembaca tiba di kota ini tengah malam pun, masih tetap bisa dilayani. 

Meski termasuk hotel bintang dua, tapi Aruuman ini lokasinya strategis sekali. Untuk mencari jajanan khas Semarang. Cukup berjalan kaki ke Simpang Lima. Sesuai bagi pembaca yang ingin liburan murah meriah. Selain itu, dari hotel ini pun dekat dengan tempat wisata Lawang Sewu. 

Hotel Grand Arkenso Parkview Simpang Lima Semarang

grand arkenso

Penginapan yang satu ini sudah bintang empat. Otomatis, harga menginap per malamnya pun cukup lumayan. Tapi, fasilitas yang ditawarkan juga tidak kalah. Mulai dari 450.000 rupiah per malam. Pembaca bisa menginap di hotel yang lokasinya juga sama dekat dengan Simpang Lima. Bahkan dekat juga dengan Mall, jika pembaca membutuhkan sesuatu untuk dibeli. Tidak repot jadinya.

Untuk tempat wisata, dekat dengan Kebun Binatang Semarang dan juga wisata Lawang Sewu. Kalau pembaca suka berjalan kaki. Beberapa tempat bisa dikunjungi sambil jalan kaki. Untuk yang suka olahraga renang. Di hotel ini juga disediakan kolam renang yang dikhususkan bagi tamu yang menginap.

Kalau pembaca mampir ke Semarang dengan transportasi udara. Bisa juga memesan layanan antar-jemput dari bandara ke hotel atau sebaliknya. Karena, di hotel Grand Arkenso ini menyediakan layanan antar-jemput bandara. Sayang kalau tidak dimanfaatkan.

Lodie Apartment Simpang Lima Semarang

Lodie apartemen

Kalau cari yang lebih murah lagi. Bisa menginap di apartemen. Beberapa apartemen di sekitar Simpang Lima ini juga bisa disewa. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani No.137, Pleburan, Semarang Selatan, Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50241. Termasuk bintang tiga untuk tempat penginapan. Harga per malamnya 450.000 rupiah. Lokasinya sama dengan penginapan lain, dekat dengan Simpang Lima. Dan juga dekat Stasiun Semarang Poncol juga Semarang Tawang.

Kelebihan dari penginapan ini adalah tersedianya fasilitas untuk penyandang disabilitas. Jadi, bagi para penyandang disabilitas, menginap di tempat ini bisa dijadikan pilihan. Karena, tersedia parkir khusus penyandang disabilitas. Hingga toilet khusus. 

Selain itu karena konsepnya apartemen. Memudahkan sekali bagi pembaca yang membutuhkan fasilitas dapur. Seperti membuat kopi atau memasak mi instan tengah malam. Sepertinya sangat mempermudah. Terutama bagi pembaca yang mungkin bepergian bersama anak yang sedang mpasi. Tentu akan mempermudah kalau hendak menggunakan dapur demi mengolah menu mpasi untuk buah hati.

Tempat Wisata Favorit Di Semarang

Ada beragam tempat wisata yang asik dikunjungi selama liburan akhir tahun di Semarang. Dari mulai wisata sejarah, wisata alam sampai wisata kuliner. Apa saja tempat favorit yang sayang untuk dilewatkan?

Lawang Sewu

Ini nih, landmarknya kota Semarang. Sebuah bangunan yang memiliki jendela dan pintu dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga orang-orang menyebutnya Lawang Sewu atau berarti pintu yang jumlahnya ada seribu. Walaupun faktanya, jumlah pintu dan jendela tersebut tidak sampai ribuan. 

Mulai dibangun sekitar tahun 1904 dan baru selesai tahun 1907. Bangunan ini lokasinya dekat dengan bundaran Tugu Muda. Di bangunan ini, pembaca bisa sekalian belajar sejarah. Beberapa peristiwa telah direkam oleh bangunan yang merupakan saksi bisu. Lawang Sewu pernah menjadi kantor Kereta Api Indonesia setelah Indonesia merdeka. 

Namun, bangunan ini juga menorehkan sejarah kelam. Karena, pernah dijadikan sebagai penjara ketika masa penjajahan Jepang. Bisa dibayangkan betapa banyak jeritan pilu hingga rasa sakit dan sedih yang tersimpan di balik dinding-dinding Lawang Sewu. Tak heran, kalau tempat ini juga sering dijadikan wisata malam beberapa turis.

Museum Mandala Bakti

Masih berdekatan dengan Tugu Muda dan Lawang Sewu. Museum ini merekam jejak perjalanan panjang para TNI. Dari mulai sejak masa penjajahan, hingga pertempuran demi kemerdekaan. Bangunan yang berdiri sekitar tahun 1930 ini. Dahulunya merupakan Pengadilan Tinggi Belanda untuk rakyat Eropa. Kemudian, pernah beralih fungsi menjadi Markas Besar Komando Wilayah Pertahanan pada tahun 1950. 

Dalam museum ini ada banyak sekali tersimpan bukti fisik dan faktual sejarah TNI. Ada banyak artefak militer indonesia sampai foto para pahlawan. Dokumen-dokumen sejarah sampai seragam TNI hingga peta-peta para tentara yang masih tersimpan. Bisa jadi, salah satu peta tersebut digunakan para pahlawan untuk menentukan garis tempur saat mereka bergerilya memperjuangkan kemerdekaan.

Ada beberapa ruangan di museum ini yang sangat sayang kalau dilewatkan. Ruangan yang terpisah bertujuan agar pengunjung bisa mengetahui bagian-bagian bersejarah yang tersimpan di dalamnya. Seperti ada Ruang Jatmu, yang berisi senjata dan amunisi TNI. Bahkan tersimpan pula bambu dan runcing hingga keris sampai rencong yang pada dahulu kala merupakan senjata tradisional yang digunakan para pejuang untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kelenteng Agung Sam Poo Kong

Ini nih tempat wisata yang memang sangat ingin saya kunjungi. Beberapa kali berkunjung ke Semarang. Entah kenapa selalu tidak sempat mampir ke sini. Padahal, rasa penasaran sudah menggebu-gebu. Tapi, takdir belum mengizinkan saya berkunjung. 

Bangunan ini tentunya dibangun oleh sang Laksamana Cheng Ho yang dikenal sebagai laksamana muda yang pemberani. Dari beberapa buku seperti novel Sutra Soma, yang menggambarkan bagaimana kehadiran Cheng Ho pada waktu itu untuk keperluan berdagang dan menjalin persahabatan dengan kerajaan di Indonesia pada masa lampau. Sempat dinodai dengan berita buruk. Hingga terjadi pemberontakan sampai beberapa pasukan sang laksamana muda ini banyak yang berguguran.

Kehadiran laksamana muda ini sempat memicu pertikaian. Hingga beliau menghadap ke kerajaan Majapahit yang saat itu berkuasa. Pada kitab Sutra Soma yang ditemukan oleh para arkeolog. Kemudian, banyak disusun ulang. Menyeritakan bagian Laksamana Cheng Ho bertemu dengan Tuan Malik Ibrahim. Seorang pedagang dari arab yang juga ikut menyebarkan ajaran islam di tanah jawa.

Baik laksamana Cheng Ho dan Tuan Malik Ibrahim, keduanya berteman dengan baik. Dari perbincangan yang dituliskan di buku Sutra Soma. Tampak bahwa di Gresik, Tuan Malik Ibrahim mulai mendirikan pesantren dan menggunakan bedug sebagai tanda panggilan solat. Dimana bedug ini digunakan karena suaranya bisa terdengar hingga menyebar ke bebukitan dan tebing. Hal ini ingin terus saya cari sumber-sumbernya. Karena, saya semakin penasaran dengan laksamana muda ini.

Penutup

Berkunjung ke tempat wisata baik itu wisata alam maupun wisata sejarah. Tetap meninggalkan kesan yang selalu menyenangkan. Apalagi, kalau bisa menambah pengetahuan tentang sejarah masa lampau negeri kita. Pastinya bertambah pula kenangan yang tak ingin dilupakan. 

Karena itu, liburan akhir tahun ini. Kalau belum memiliki tempat untuk berlibur. Kenapa tidak mampir saja ke Semarang? Sambil mengunjungi bangunan sejarah. Sekalian kuliner di sepanjang Simpang Lima yang khas dengan jajanan kota Semarang. Perut kenyang, liburan pun jadi semakin menyenangkan.

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – Buzzer For more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

4 comments / Add your comment below

  1. Kalau nyari hotel dekat Simpang Lima itu enak mbak. Lokasi strategis. Mau ngemall dekat, nyari makan dari kaki lima sampai resto banyak. Tempat wisata terdekat, Lawang Sewu dan museum. Aku malah belum pernah berkunjung ke klenteng Sam Poo Kong. Duh, pengen suatu saat nanti.

Leave a Reply

%d bloggers like this: