Hidup Sehat #LebihBaik Bersama Sun Life

Lebih baik

Lebih baik sehat jasmani dan mental serta sehat keuangan.

– ipehalena

Apa hubungannya sehat secara keuangan dengan sehat secara mental dan fisik? Faktanya masalah secara finansial ternyata bisa memengaruhi kondisi fisik dan mood kita loh. Mekanisme tubuh kita sebenarnya sangat kompleks. Meski kebahagiaan dan kesehatan bisa bersumber dari fungsi otak.

Tapi, faktanya ada interaksi nyata antara otak dan tubuh yang ternyata memang bisa menjadi hasil akhir apakah kebahagiaan dan kesehatan kita benar nyata atau ilusi.

Jika kondisi stres, meski dalam diri kita meyakini bahwa kita baik-baik saja. Nyatanya kondisi pengabaian ini tidak tersimpan dalam otak kita. Sehingga, tubuh kita merekam dengan cara berbeda. Penyakit pun bisa menyerang sampai mampu memengaruhi mood kita.

Tubuh kita melewati beberapa fase sebelum pada akhirnya mencapai titik akhir, yaitu fase kelelahan. Maksudnya begini, pernah enggak kita merasakan rasa lelah yang teramat sangat. Padahal kita sudah banyak tidur. Bahkan, tidak ada rasa pegal di bagian tubuh kita tapi rasanya capek sekali?

Untuk memahami sedikit kondisi tersebut, saya bagikan tahapan yang dibahas oleh mbak Fenny di acara Live Healthier Lives dari Sun Life Indonesia.

Tahapan Tubuh Saat Stress

  • Fase Alarm

Pada fase ini, sebenarnya otak sudah menerima sinyal ada yang tidak beres dalam diri kita. Berupa kondisi stres yang belum kita rasakan. Di kondisi ini terkadang orang masih menganggap bahwa tidak ada masalah dalam dirinya.

  • Fase Resistance

Ini adalah fase ketika tubuh kita mulai menerima sinyal-sinyal dari kondisi stres yang kita alami. Sinyal tersebut bisa berupa keluhan seperti mata berair atau mood yang cepat berubah.

  • Fase Exhausted

Setelah fase Resistance sebenarnya tubuh beradaptasi cukup lama untuk masuk ke fase ini. Jika tubuh kita sudah menerima secara penuh sinyal stres yang dikirim oleh otak. Maka otomatis seluruh sistem bergerak lambat sampai peredaran oksigen bisa terhambat. Sehingga, tubuh merasa kelelahan yang teramat berat.

Beberapa penderita stres pun mengalami gejala kesulitan tidur hingga rentan terhadap penyakit. Karena, sistem kekebalan tubuh pun ikut terkena dampak dari stres yang berkepanjangan ini.

Apa Saja Faktor Pemicu Stress

Sebenarnya stres itu dipicu oleh banyak hal. Bagi Ibu rumah tangga, kondisi anak yang sedang melakukan GTM bisa menjadi penyebab stres. Atau pelajar yang sedang menantikan hasil ujian seleksi perguruan tinggi, tentu bisa menjadi pemicu stres juga.

Namun, ternyata, keadaan keuangan yang tidak stabil menjadi pemicu yang banyak menyerang saat ini. Kali ini saya ingin menyeritakan pengalaman pribadi juga pengalaman dari orang lain. Sebagai bukti bahwa gangguan finansial bisa menjadi penyebab gangguan kesehatan.


Pada masa krisis moneter, Ayah saya ikut terkena imbas pemberhentian kerja dini. Mau tidak mau, Ayah saya harus memutar otak agar mampu menafkahi keluarganya di saat krisis moneter. Waktu itu, mencari pekerjaan tidak semudah saat ini. Apalagi, justru ketika itu banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Kondisi demikian, membuat keadaan di rumah ikut tidak stabil. Emosi yang naik dan turun membuat bapak dan ibu saya sering mengomel. Tapi, apa yang tidak disadari adalah himpitan keuangan menjadi pemicu stres. Hingga tak sadar, menimbulkan penyakit yang menahun. Dari sinilah saya belajar memahami apa maksud dari sehat jasmani dan sehat mental.

Belajar Dari Kisah Orang Lain

Kisah lain yang saya dapat, justru dari kisah seorang pengendara taksi online. Sepanjang perjalanan, dia menyeritakan bagaimana perjalanan hidupnya. Dari suka hingga duka.

Salah satu duka yang ia ceritakan adalah perceraiannya dengan sang istri. Usai dirinya keluar dari pekerjaan. Kemudian memutuskan untuk menjadi pengemudi taksi online.

Kondisi dari memiliki gaji tetap, dengan nominal cukup tinggi. Akhirnya tergantikan posisi yang lebih mendebarkan. Karena, jika tidak mencapai target harian tentu tidak akan mendapat bonus. Belum kalau mendapat trayek yang jauh tapi yang didapat tidak sesuai dengan harapan.

Dari kisah beliaulah, saya belajar. Benar adanya manusia mampu beradaptasi dalam segala hal. Hanya saja, terkadang ada yang tak mampu dibendung, salah satunya stres.


Saya melepas diri dari benar atau tidaknya kisah sang pengemudi taksi tersebut. Namun, sebenarnya di lingkungan keluarga saya pun ada yang mengalaminya.

Tapi, kali ini saya justru belajar sesuatu. Benar kalau rezeki sudah ada yang mengatur. Betul sekali kalau kita tidak perlu merisaukan apakah hari esok bisa makan atau tidak.

Namun, yang tidak boleh dilupakan adalah berusaha. Seberapa besar usaha untuk mengelola keuangan dengan baik agar tidak mubazir. Seberapa paham saya terhadap ilmu pengelolaan keuangan ini.

Dari pengalaman tersebut saya belajar banyak hal. Salah satunya, bahwa kondisi keuangan bisa menjadi faktor penentu keseimbangan kesehatan jasmani dan mental.

Tips Mengelola Keuangan Yang Sehat

  • Sadar dan memiliki planning keuangan dengan memiliki asuransi.
  • Investasi dalam bentuk yang sederhana, seperti perencanaan kesehatan dan masa tua.
  • Jangan tunggu hingga jumlahnya berlebih. Tapi, sudah harus disisihkan dari sekarang sebelum dikeluarkan untuk hal lain.
  • Cari instrumen yang bisa mengalahkan inflasi.
  • Bekali diri kita mengenai pemahaman kelola keuangan pribadi.

Butuh Lebih Dari Sekadar Niat Dan Komitmen

Menjalani hidup sehat itu memang lebih baik, tapi bagi saya butuh lebih dari sekadar niat dan komitmen. Kenapa? Begini, untuk mengganti konsumsi sarapan dengan buah, misalnya. Tentu membutuhkan tambahan dana untuk membeli buah yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Beberapa dari teman saya mengatakan, sarapan lontong sayur lebih murah dibanding beli buah-buahan. Yang notabennya, untuk membeli pepaya pun kalau sedang mahal ya tetap saja akan beralih ke lontong sayur.

Tapi, apa yang tidak dihitung oleh saya dan teman-teman yang masih bertahan dengan gaya hidup tidak sehat ini. Adalah biaya pemeriksaan ke rumah sakit. Ini yang tidak dihitung dari makanan murah tapi tidak sehat yang dikonsumsi.

Jika melirik betapa belakangan ini sedang digiatkan kembali program hidup sehat. Melalui akun seorang dokter di Instagram. Dengan mengonsumsi minuman dari rempah-rempah. Serta mengubah pola makan menjadi lebih sehat.

Tentu pola hidup mayoritas orang seperti saya akan disitu-situ saja. Tidak ada perubahan ke arah lebih baik. Bahkan, mungkin akan selalu ‘denial’ mengenai berat badan dan harga makanan sehat yang tampak ‘mahal’.

Dengan maraknya akun-akun penggerak kesehatan. Terutama yang membagikan proses transformasi mereka dari penikmat ‘makanan junk food’ ke pola gaya hidup sehat. Mau tak mau membangkitkan juga semangat dalam diri saya. Meski, masih sering bolong-bolong.

Ibnu Jamil sempat memberikan penjelasan dan motivasi yang saya pikir ada benarnya juga. Ketika kita merekam baik itu foto maupun video proses berolahraga atau proses kita bergerak ke gaya hidup yang #LebihBaik. Tanpa disadari ini bisa menjadi pemicu semangat untuk diri sendiri dan orang lain.

Video by Ipeh Alena

Kenapa saya setuju? Karena, kalau Petite diva atau Menu Diet Rasti tidak membagikan proses perubahan pola hidup mereka di akun instagramnya. Sepertinya saya tidak akan tergugah dan belajar untuk bisa lebih baik, dan bisa komitmen seperti mereka.

Untuk bisa dan mau mempraktekkan niat yang sudah lama terpendam. Ternyata tidak bisa dianggap remeh. Bang Ibnu dan Kak Kelly membagikan tipsnya biar bisa terus konsisten di jalur yang baik.

Tips Mengubah Gaya Hidup #LebihBaik

  • Pilih olahraga yang disukai
  • Tentukan goal atau keinginan, seperti ingin hidup tua tapi sehat.
  • Miliki lingkungan yang mendukung. Berkumpul dengan teman-teman yang senang olahraga. Atau menonton video workout.
  • Aktif bergerak setiap hari. Misal, memilih naik tangga dibanding naik lift.
  • Wajib luangkan waktu minimal 30 menit untuk olahraga setiap hari.

Live Healthier Lives Sebuah Kampanye Bertajuk Kesehatan

Kampanye yang menggandeng Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono ini memang tepat sasaran. Karena, keduanya merupakan public figure yang memang sehat secara fisik dan mental serta keuangan. Bukan sekadar mereka seorang selebritis dengan gaji berlimpah. Tapi, condong pada sosok yang mampu dan mau mengatur kehidupan mereka. 

Sun Life Brand Ambasador
Ibnu Jamil Dan Kelly Tandiono. Photo By Ipeh Alena

Baik itu mengatur pola makan, membagi waktu untuk kerja dan olahraga serta mengatur keuangan. Sebagai seorang pekerja, dari segala macam bidang. Tentunya sangat dibutuhkan kemampuan untuk mengelola keuangan agar lebih sehat. Istilah zaman sekarang adalah kebutuhan literasi keuangan. Dengan begitu, tidak akan mengalami lebih besar pasak daripada tiang.

Sun Life Indonesia mengajak semua masyarakat, pekerja aktif dan pekerja paruh waktu. Untuk mulai memahami mengenai dunia asuransi. Di Indonesia sendiri, sosok asuransi memang masih belum banyak dilirik. Belum sedemikian penting untuk dimiliki. Padahal, banyak kemudahan yang ditawarkan jika sudah memilikinya.

Hal ini ditujukan sebagai bagian dari kegiatan melek literasi keuangan bagi semua kalangan. Dengan begitu, pencapaian Sun Life untuk membuat generasi mendatang mencapai kesehatan secara holistik yang maksimal bisa terwujud. 

Dengan kondisi terwujud, bisa jadi saat tahun 2030 mendatang. Sesuai analisa dari BPS, bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi, ketika jumlah penduduk yang produktif lebih banyak. Akan menjadi kesempatan generasi yang memiliki kualitas gaya hidup yang baik ini. Ikut andil membantu mendorong pertumbuhan ekonomi negara kita.

Apa Yang Menarik Dari Acara Live Healthier Lives ?

Acara ini diadakan oleh Sun Life Financial Indonesia yang merupakan perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka. Sun Life Indonesia menyediakan beragam produk asuransi, serta solusi pengelolaan kekayaan dan aset, baik untuk individu maupun korporasi. Sun Life Financial telah beroperasi di sejumlah pasar utama di seluruh dunia, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, Cina, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Bermuda.

Jika di acara pengenalan produk baik itu digital, jasa maupun berbentuk benda. Saya sering mendapati sang pembicara akan menjabarkan kelebihan-kelebihannya. Namun, keunikan dari acara ini, saat awak media bertanya “Apa yang membedakan Sun Life dengan penyedia asuransi lain?” Dijawab dengan jawaban yang berbeda.

Mungkin, beberapa orang akan menganggap jawabannya tidak nyambung. Tapi, bagi saya, jawaban dari beliau justru sangat relevan. Dijawab bahwa sebelum membicarakan kelebihan. Lebih baik calon pemilik polis mendalami pemahaman dan pengetahuan terkait keuangan. Juga, mencari tahu produk asuransi yang tepat dan sesuai dengan keinginan mereka.

Banyak para pemegang polis asuransi di Indonesia. Belum paham fungsi dan manfaat asuransi yang mereka miliki. Itu karena kebanyakan memiliki asuransi sebab fasilitas dari kantor. Sehingga, pemahaman mereka hanya sampai bisa digunakan saat berobat jalan atau rawat inap. Tidak memahami seperti apa benefit hingga hal apa saja yang di-cover oleh pihak asuransi.

Melek financial ternyata bukan sekadar mengetahui seberapa besar pengeluaran dan pendapatan. Juga, bukan sekadar ada berapa uang yang tersisa di kantong. Tapi, juga mencangkup instrumen seperti persiapan hari tua, dana dadakan sampai dana pendidikan hingga investasi.

Penutup

Ikut serta dalam acara ini sebenarnya bukan sekadar ikut hura-hura. Tapi, saya juga belajar mengenal dan memahami faktor stres. Sampai tahapan apa saja yang terjadi dalam kehidupan kita saat stres datang. Bagaimana manfaat tubuh yang sehat dalam upaya mendapat mental yang sehat juga.

Meski memang pihak psikolog selalu menitik-beratkan kasus perceraian akibat kondisi keuangan yang tidak sehat. Padahal, faktor perceraian lebih dari itu. Tapi, setidaknya kehadiran Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono yang memberikan penjelasan kenapa mereka masih terus berolahraga. Serta mengubah gaya hidup mereka. Membuat acara ini menjadi seimbang.

Betul memang otak kita juga bisa memerintahkan diri ini untuk menerima keadaan yang ada. Tapi, bukan berarti kita tidak berusaha untuk terus berubah ke arah yang lebih baik. Salah satunya, menjalani pola hidup sehat.

Untuk pembaca yang punya video olahraga. Coba ikutan lomba VLog dengan temaApa Alasan Kamu untuk Memulai Hidup Sehat?

Semua orang yang mengubah gaya hidup mereka. Tentu punya alasan berbeda. Ada yang ingin masa tuanya tetap sehat. Ada pula yang ingin berhenti jadi korban bully. Apapun alasannya sah-sah saja.

Nah, daripada sayang disimpan di gawai. Mendingan ikut lomba VLog Kompetisi yang diselenggarakan oleh Sun Life Indonesia. Periodenya dari 11 Juli sampai 10 Agustus 2019. Untuk info selengkapnya kunjungi : http://bit.ly/SunLifeID.

Q : Gebrakan Apa Yang Sudah Dilakukan Pembaca Demi Menjalani Kehidupan Yang Lebih Baik?

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – Buzzer For more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

4 comments / Add your comment below

  1. benar mbak ,sedikit banyak keadaan finansial seseorang memang mempengaruhi jiwa dan raga seseorang. Memang sih banyak uang ga menjamin semuanya jadi lancar, tapi kalau ga punya uang apa lagi, malah ga bisa menjamin kita hidup dengan tenang. Saat kondisi keuangan goyah, maka kita mulai pusing untuk memenuhinya

    Maka dari itu sih mengelola keuangan yang baik itu dibutuhkan, terlebih lagi saat kondisi finansial sedang baik, inilah momen yang tepat mengatur segalanya agar masa depan terjamin

  2. Bener banget, bukan cuma tubuh dan jiwa yang sehat tapi keuangan juga harus sehat.. Mulai investasi, punya asuransi, dan perencanaan dana pensiun tuh sangat penting dan sering ketunda karena mungkin ilmunya kurang dan kedisiplinan saya juga masih kurang.. Huhuuu.. TFS mba 🙂

Leave a Reply

%d bloggers like this: