Optimasi Instagram? Hari Minggu Adalah Hari Buruk

Optimasi Instagram? Belakangan ini, lagi marak kelas online buat optimasi sosial media. Dari optimasi facebook, twitter sampai instagram. Sebentar lagi, kayanya, ada optimasi buat tiktok. 

Dunia sosial media saat ini sudah banyak mengubah ketentuan. Penggunanya tak lagi dituntut untuk memiliki follower banyak dan love sampai like yang tinggi. 

Tapi, mereka dituntut untuk memperbanyak interaksi. Maksudnya apa? Yaa perbanyak komentar dan kasih love ke foto orang. 

Sudah Komen Dan Love Tapi Jarang Dikomenin Balik

Ini yang sering banget dialamin sama banyak orang. Terutama yang lagi dapat tugas untuk promosi sebuah brand. 

Namanya promosi, pasti mereka butuh banget yang namanya timbal balik berupa love dan komen yang banyak di postingan tersebut, kan. 

Tapi, gimana kalau kita sudah berusaha menyapa semua teman. Meninggalkan love dan komen. Tapi, sama sekali enggak ada yang mampir ke postingan kita? 

Jangan sedih. Kalau sedang butuh banget. Mendingan cari komunitas semacam LFL atau OLOC yang memberi peluang agar postingan kita itu bisa mendapat feedback yang baik. 

Terus, Gimana Caranya Bisa Dapet Komen Dan Love Tanpa Dipaksa? 

Kalau cara yang akan saya berikan ini. Membutuhkan konsistensi. Karena, intinya kita berjejaring sosial adalah berinteraksi. 

Jadi, kalau maunya instan. Lebih baik pakai jasa cepat. Beli tools atau beli like. Atau pakai iklan dari Instagram.

Kalau mau awet, harus diusahain dan pastinya menuntut proses yang enggak sedikit. 

Cara ini udah saya terapin di akun baru. Untuk cakupannya sudah cukup baik. Meski masih jarang yang like dan komen. Tapi, jumlah Reachednya sudah meningkat dan Profile Visit juga meningkat. 

Tinggal saya rutinkan membahas sesuatu yang membuat pembaca tahu akan ke arah mana tujuan akun kita. 

Cara ini saya dapat dari ikutan kelas optimasi instagram secara online. Semoga bisa bermanfaat. 

Tips Optimasi Instagram

Optimasi Instagram itu, bukan sekadar jumlah love dan komennya yang naik. Tapi, jumlah pendatang yang berkunjung ke akun kita. Sampai seberapa mereka mulai tertarik dengan postingan kita. 

Tentunya, interaksi ke follower kita pun memudahkan agar kita bisa membangun interaksi. Karena, mengumpulkan makhluk sosial yang aktif berinteraksi adalah impian dari Instagram. 

Tapi, bagaimana sebenarnya optimasi yang benar itu? 

Optimasi instagram

1. Posting Rutin Setiap Hari 

Optimasi ini cangkupannya secara menyeluruh. Diingat lagi, bukan tentang seberapa banyak jumlah like, komen dan follower saja. Tapi, engagement dan seberapa banyak orang yang melihat postingan kita. 

Biar akun kita sehat. Nilai rapor di Instagram bagus. Maka kita harus rutin posting setiap hari. Kalau kata mentor saya, sehari dua kali. Dengan jarak waktu sekitar tiga sampai empat jam. 

Isinya, satu postingan serius. Satunya repost postingan lucu dari akun besar. 

2. Share Instagram Story Rutin

Tanda kalau akun instagram kita aktif itu adalah story kita rutin terisi. Tapi, sebisa mungkin jangan sampai berlebihan. Kecuali kita ini Dian Sastro, baru boleh update story sampai kaya jahitan. 

Kalau bukan Dian Sastro, lebih baik share 8 postingan di Instagram Story setiap hari. 

Jika dirasa agak berat. Dan bingung mau update story apa aja. Kenapa kita enggak share postingan punya teman? Enggak apa loh, walaupun orang tersebut enggak pernah mau interaksi sama kita. Share rutin aja, enggak rugi di kita. 

3. Interaksi Dengan Follower

Balik lagi, ya. Interaksi! Nah, ada tips menarik yang hasilnya memang cukup oke. Dari seorang influencer. 

Jangan Nunggu di-Interaksi-in Tapi Mulailah Kita Interaksi-in Mereka

Optimasi Instagram


Jadi gini, kalau kita sering klik love dan komen di postingan orang. Jangan berhenti, teruslah lakukan hal itu. Karena, instagram juga menghitung seberapa aktifnya kita berinteraksi. 

Kemudian, setelah melakukan interaksi ke banyak akun yang kita ikuti dan mengikuti kita. Cek, mana saja akun yang balik berkunjung ke postingan kita. 

Kalau sudah, kita tandai mereka sebagai ‘Close Friends‘ di akun kita. Biar apa? Biar kita bisa rutin interaksi dengan mereka. 

Di akun instagram khusus buku milik saya. Sudah saya lakukan cara ini. Menandai mereka yang rutin berkunjung balik. Menariknya, kebanyakan dari mereka adalah akun-akun yang punya follower sampai ratusan ribu!

Ternyata… Apa yang mereka lakukan ini dinamai, merawat akun yang setia. Dalam hal ini, ketika kita sudah ditandai sebagai orang yang rutin dan senang berkunjung ke akun mereka. Maka kita akan menjadi prioritas bagi mereka untuk dikunjungi balik. 

Kalau belum menemukan akun yang loyal dan mau berkunjung balik ke akun kita. Sudah saatnya kita menambahkan lagi pertemanan dengan akun yang setipe dengan tema akun kita. 

Biar ada suasana baru dan menambah semangat kita untuk optimasi instagram. Jadi, pas nanti ada job, enggak ketar-ketir karena belum ada yang like sama sekali. 

Sama satu lagi, jangan lupa juga kita rawat akun yang mau mampir ke akun kita padahal kita jarang tengok akunnya. Soalnya, bisa jadi mereka supporter yang akan terus bantu postingan kita biar ramai setiap saat. 

Don’t : Interaksi Hari Minggu

Jadi, berdasarkan data statistik dari unggahan di Story Preview aplikasi. Ternyata, hari ahad atau Minggu itu adalah hari paaaling sepi. 

Maksudnya jangan interaksi di hari minggu itu, bukan berarti kita dilarang untuk memulai interaksi. Tapi, kita jangan banyak berharap akan mendapat kunjungan di hari Minggu. 

Soalnya, di banyak tempat, hari Minggu adalah hari untuk quality time bareng keluarga. Dan ini sudah disepakati secara tidak langsung sama banyak orang. 

Nah, kalau tiba-tiba akun kita sepi pengunjung di hari minggu. Tak mengapa, jangan kaget. Tapi, kalau ramai, bagus dong jadinya. 

Intinya, tetap harus posting meski hari minggu. Biar enggak ganggu waktu istirahatnya. Bisa pakai aplikasi seperti Preview atau Buffer

Penutup

Dari tips di atas, saya udah lakuin semua. Dan memang menambah jumlah visit profile sampai mengaktifkan kembali akun yang sempat tidur sebentar. 

Di akun khusus ulasan buku milik saya. Memang sempat saya berhentikan sejenak. Karena, ingin fokus ke hal lain. 

Tapi, setelah saya lakukan ketiga cara di atas. Postingan saya kembali ramai. Intinya memang harus kita sapa dulu, jangan maunya menunggu disapa terus. Gitu… 

Kapan-kapan saya cerita lagi tentang optimasi Instagram ini. Meski belum setenar influencer. Tapi, ilmu yang ada ini, jangan sampai enggak dibagi. 

Semoga bermanfaat. 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.