Scribd Application Review. Sebagai penyuka baca buku elektronik. Tidak terhitung sudah berapa banyak ebook yang saya habiskan. Juga, tidak terhitung pula, seberapa lama saya melakukan perpanjangan langganan di aplikasi baca berbayar.

Dari banyaknya aplikasi baca berbayar yang saya gunakan. Ada satu yang selalu membuat saya jatuh hati lagi dan lagi. Yaitu, Scribd. Sebuah aplikasi baca berbayar, yang ramah sama Android seri lawas.Β 


scribd

Scribd juga menyediakan banyak koleksi ebook terbaru. Ada pula audiobook yang benar-benar lagi hits di kalangan pembaca. Semua bisa kita nikmati dengan berlangganan aplikasi baca ini.

Kali ini, saya hanya ingin bercerita mengenai kemudahan yang saya rasakan selama menggunakan aplikasi Scribd.

Scribd Aplikasi Baca Berbayar Yang Kasih Banyak Kemudahan

Kalau menggunakan aplikasi, terus dikasih banyak kemudahan. Kira-kira, bakalan jatuh cinta enggak? Kalau saya, iya bakalan jatuh hati dan setia. Begitulah rupanya hubunganku dengan Scribd ini.

Berkali-kali perpanjang langganan. Tak pernah rasanya saya mengeluh. Meski, memang terkadang saya pernah berpaling sejenak. Untuk membaca buku berbahasa Indonesia di aplikasi Gramedia Digital.

Tapi, tetap saja saya langsung kembali lagi ke si Scribd ini. Kemudahan dan kenyamanan yang disediakan Scribd membuat saya tak menyesali kesetiaan ini. Asik. Jadi, apa saja kemudahan yang saya rasakan selama membaca ebook di aplikasi Scribd?

1. Ramah Biaya Berlangganan

Dengan membayar $8.99 setiap bulan, dengan memperpanjangnya melalui virtual card dari Jenius. Saya disajikan ebook dan audiobook lengkap dan termasuk baru. Seperti ebook Song of Achilles yang banyak mendapat ulasan baik.

Atau An American Marriage yang merupakan bacaan rekomendasi dari klub buku milik Oprah Winfrey. Sampai Jenny Han yang bakalan tayang filmnya, serial Lara Jean yang cukup fenomenal. Di sini semuanya ada.

Bayangkan saja, kalau dihitung membeli buku secara terpisah. Tidak akan bisa semurah memperpanjang biaya berlangganan. Buku-bukunya tetap bisa dibaca kapan saja di mana saja. Asalkan masih dalam waktu berlangganan.

2. Bisa Simpan Kutipan

Saya nggak tahu bagaimana konsep kerja Scribd ini. Karena, saya tidak pernah menemukan kutipan di salah satu ebook yang sudah saya baca, menghilang tanpa jejak. Tidak seperti ketika saya membaca di Kindle.

Kalau di Kindle, setiap kutipan yang kita tandai akan tersimpan di memory Handphone. Otomatis, kalau handphone kita kembali ke pengaturan awal. Kemudian, datanya hilang, berarti hilang juga kutipan yang sudah kita tandai.

Di Scribd ini beda, saya masih bisa menemukan kutipan yang saya tandai. Meski saya berganti peralatan membacanya. Jadi, bisa mudah mencari kalau-kalau sedang butuh untuk bikin kutipan cantik nan kece di Instagram.

3. Mau Baca Di Mana Aja Mudah

Baca ebook di Scribd juga termasuk mudah. Dalam artian, bisa dibaca melalui gawai pintar. Atau juga bisa dibaca melalui browser. Sering soalnya, kalau saya lagi ngga mau diganggu sama notifikasi handphone. Akhirnya memutuskan untuk menjauh dari gadget.

Tapi, sambil menjauh dari gadget, saya masih ingin membaca ebook. Nah, solusinya dikasih sama Scribd dengan memudahkan pelanggannya membaca melalui browser. Saya senang banget, karena bisa membaca melalui chromebook dan tidak terganggu notifikasi.

Berbeda dengan Kindle, yang tetap harus memasang extension tambahan kalau mau membaca via google chrome. Jadi, enggak begitu user friendly menurutku. 

scribd bestseller


4. Tampilannya Sederhana Dan Mudah Digunakan

Baik tampilan handphone maupun tampilan di browser. Scribd ini termasuk yang mudah untuk digunakan. Tidak lambat saat proses loading. Tidak begitu berat jika dipasang di handphone. Jauh berbeda dengan Gramedia Digital, yang benar-benar sering membuat saya bete karena loadingnya sering lambat.

5. Koleksi Bacaan Middle Grade Banyak

Siapa penggemar bacaan Middle Grade? Genre Middle Grade ini bisa dibilang bukan bacaan anak-anak. Tingkatan permasalahan yang ditawarkan sesuai untuk anak yang menjelang remaja. Karena, hal-hal yang dibahas sesuai dengan kehidupan anak yang bisa dibilang bukan lagi anak kecil tapi belum juga bisa dibilang remaja.

Di Scribd ini, koleksi bacaan Middle Grade-nya banyak banget! Suka deh dan makin cinta. Apalagi sering memberikan rekomendasi bacaan sesuai musim di tempat tim Scribd berada. Jadi, bisa merasakan bacaan yang sesuai dengan kondisi musim di negara lain.

Ada Kelebihan Ada Kekurangan, Apa Kekurangan Scribd?

Walau bukan sesuatu yang besar banget. Selama membaca di Scribd. Saya mendapati keanehan demi keanehan yang membuat saya malas. Sampai akhirnya ya sudah pasrah saja.

Begini, saya sering mencari informasi buku bacaan menarik di Scribd melalui akun para pembaca Scribd. Beberapa waktu lalu, saya menemukan informasi ada buku Kasie West yang belum saya baca, tersedia di Scribd.

Langsung dong, sebagai penyuka tulisannya Kasie West. Saya sontak mencarinya di Scribd. Terus? Enggak ada, dong! Enggak ketemu sama sekali.

Terus, sempat berpikiran buruk. Kalau-kalau si sesembak bule itu bohong. Dia bukan baca di Scribd tapi di aplikasi lain. Lanjut pencarian di google sambil cek, apakah dia bohong atau enggak. Dan….tadaaa…ketemu pengulas buku yang udah baca buku tersebut dari Scribd!

Uh! Kesel enggak, sih? Lagi ingin baca buku tertentu. Tapi, kenapa enggak bisa terpampang dengan nyata di Scribd milik saya? Sampai akhirnya, saya nyerah terus lupa sendiri. 

Keingetannya lagi, saat saya lagi ingin membaca ebook melalui rekomendasi pilihan Scribd sesuai buku-buku yang sudah saya baca. Tahu-tahu itu ebook Kasie West dengan judul yang saya ingin baca beberapa waktu lalu. Dia nongol dengan cantiknya. Sampai bingung, ini ada apa sih sama Scribd?

Ternyata, beberapa orang juga merasakan hal yang sama. Seperti ada algoritma tertentu yang membatasi setiap pengguna dengan batasan berbeda. Begini, misalnya si A sering baca Young Adult. Terus, dia ingin baca buku terbarunya Kasie West. Maka ada batasan berapa banyak buku Kasie West yang tayang di lamannya si A.

scribd middle grade

Beda lagi dengan si B. Dia lebih sering baca Middle Grade. Saat ingin baca novelnya Cornelia Funke yang terbaru, justru enggak banyak yang muncul. Tapi, ketika dia lihat di daftar buku populer, bukunya Kasie West terbaru muncul di berandanya. Padahal, di beranda si A enggak muncul.

Meski tidak ada penjelasan yang sangat logis dan rasional, saya hanya menduga adanya algoritma tersebut. Karena, saya dan beberapa teman pembaca Scribd pernah membahasnya. Juga, apa yang saya alami dan penjelasan mengenai dugaan yang saya jabarkan. Tidak tercantum dengan resmi di website milik Scribd. 

Penutup

Walaupun terdapat kendala yang saya rasakan pribadi. Kemudahan serta koleksi berlimpah yang disajikan Scribd pada saya. Membuat kendala tersebut seolah sesuatu yang harus saya terima. Seperti jatuh cinta pada umumnya saja. Menerima kelebihan dan kekurangan.

Selain yang sudah saya sebutkan di atas tadi. Ada lagi yang ingin saya tambahkan. Saya merasa nyaman dengan tampilan halaman ebook di Scribd. Karena, tidak membuat mata saya lelah. Bahkan, menyatu dengan fitur layar Reader di gadget yang menampilkan cahaya kuning.

Membuat mata saya tidak cepat lelah dan lebih mudah untuk menyelesaikan bacaan. Apalagi kalau ketemu bacaan yang bikin penasaran. Kalau belum selesai bisa membuat saya melek sampai pagi dan akhirnya sadar kalau beberapa jam kemudian saya harus kembali beraktivitas.

Sungguh, dilema para pembaca buku seperti saya, sering membuat saya gigit ujung meja. Habisnya, mau bagaimana lagi? Namanya juga penasaran, hehe.

Buat yang ingin coba baca di Scribd. Coba deh tanya teman-temannya. Ada yang mau bergabung untuk patungan berlangganan atau enggak. Kemarin, teman-teman saya ada juga yang patungan untuk berlangganan. Lebih murah jatuhnya. Terutama buat yang ingin mencoba.