Sistem Pembayaran Digital Yang Paling Favorit Buatmu?

pembayaran digital

Dari banyaknya pilihan aplikasi pembayaran digital. Mana yang paling banyak dan sering digunakan oleh pembaca? Dulu, ketika menonton film Hollywood yang bertema Masa Depan. Saya sering menyaksikan, metode pembayaran yang canggih di film tersebut. Membuat saya terkagum-kagum. Membayangkan apakah nanti benar akan seperti itu? Seperti pemesanan tinggal klik, kemudian apa yang dipesan akan langsung datang.

Ternyata, sekarang adalah Masa Depan itu. Yang dulu sempat saya kagumi. Kini, saya dikasih kesempatan untuk mencicipinya. Dari kemunculan berbagai kemudahan yang membuat mobilitas semakin mudah. Teknologi yang menciptakan bantuan yang efisien dan hemat waktu. Sampai, pro hingga kontra yang tentu menyertainya.

Tak mungkin menutup mata. Saat banyak juga para pakar yang menyoroti perkembangan teknologi ini. Bukan untuk sekadar omong negatif saja. Pastinya, pembahasan kontra tentang teknologi. Harus dijadikan bahan pertimbangan untuk penyeimbang ruang gerak manusia. Agar tidak terciptanya ketakutan yang pernah dituliskan oleh para ilmuwan paska Era Industri dimulai. Yaitu, tidak lagi dibutuhkannya peran manusia dalam kegiatan atau pekerjaan. Kemudian diganti oleh robot atau teknologi.

Ada ketakutan tersendiri kala teknologi modern mulai berkembang. Namun, kemampuan manusia untuk mengendalikan situasi dan kondisi ini masih menjadi kekuatan utama. Dengan adanya para pemikir atau orang yang senantiasa berada di jalur kontra. Bisa kita jadikan bahan pertimbangan. Tapi, tetap harus dipilih dan dipilah lagi. Mana faktor yang harus dipikirkan dan mana yang tidak perlu.

Apa Saja Kelebihan Dan Kekurangan Pembayaran Digital

Tentunya, kemudahan adalah faktor utama mengapa sistem ini dibuat. Dengan membayar menggunakan pembayaran digital, diharapkan bisa mengurangi antrian akibat tidak tersedianya uang kembalian secara fisik. Juga, tidak membuat pelanggan pusing ketika kekurangan uang. Karena, dengan pembayaran digital. Apa yang dibayar sesuai dengan tagihan. Tidak membutuhkan kembalian, kecuali ada program cashback yang otomatis akan langsung terisi kembali ke saldo.

Lebih efisien, mengingat zaman sekarang orang lebih memilih handphone sebagai barang utama. Yang tidak boleh tertinggal atau sampai hilang. Di dalam gawai pintar yang kita miliki. Banyak sekali manfaat yang mempermudah ruang gerak kita. Dengan sistem pembayaran digital, semakin banyak orang tidak lagi membutuhkan uang fisik. Berarti tidak begitu banyak yang membutuhkan dompet untuk uang fisik.

Namun, saat mati lampu beberapa waktu lalu yang memakan waktu berjam-jam. Manfaat pembayaran digital ini menjadi kekurangan yang tidak bisa diabaikan. Karena, saat momen mati lampu. Apalagi sempat memengaruhi jalur internet yang juga mengganggu sistem pembayaran di kasir. Tentunya, uang fisik lebih manjur digunakan dibandingkan sistem digital. Hal inilah yang tetap menjadi pertimbangan, agar kita sebagai pengguna bisa memilah dan memilih. Mana kondisi yang bisa digunakan untuk menyimpan uang fisik. Dan, mana kondisi bisa membayar secara digital.

Selain itu, aplikasi pembayaran digital ini juga menuntut teknologi gawai pintar kita untuk sesuai dengan kondisi minimum. Mau tidak mau, kita diharuskan menggunakan gawai dengan teknologi terbaru. Ini juga berkaitan dengan perlindungan pengguna dengan sistem keamanan terbaru dari penyedia perangkat lunak.

sistem pembayaran online


Pembayaran Digital Mana Yang Sering Digunakan?

Go-Pay

Siapa yang tak kenal dengan sistem pembayaran Go-Pay dari PT. Dompet Anak Bangsa ini? Bermula dari teknologi pemesanan ojek online. Hingga merambah ke pesan makanan secara online. Sampai menyediakan sistem pembayaran online. Dari mulai membayar makanan, transportasi, pembayaran di kasir hingga membeli pulsa. 

Banyak fitur dari Go-Pay ini yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Tak hanya itu, di daerah tempat saya tinggal. Beberapa toko sudah menerima sistem pembayaran dengan Go-Pay. Terutama, swalayan terdekat seperti Alf****t, kemudian tempat nongkrong yang hiets seperti Kopi Dj**** J**a. Sampai, tempat belanja ayam dan telur yang tokonya berwarna hijau. 


gopay

Dengan bekerjasama dengan banyak Merchant seperti ini. Membuat Go-Pay semakin sering digunakan. Apalagi, beberapa toko bahan bangunan pun sudah menerima pembayaran melalui Go-Pay. Semakin mempermudah saja jika ingin bertransaksi menggunakan Go-Pay.

Bagi yang akunnya masih belum di-upgrade. Ada banyak keuntungan memang, yang bisa dimanfaatkan. Salah satunya, ketika butuh mengirim saldo Go-Pay ke rekening. Terus, ada fitur Pay Later, yang memang tidak saya rekomendasikan. Soalnya, ini sama saja mau makan tapi ngutang dulu. Meskipun bisa saja, ada beberapa orang yang memang butuh, silakan digunakan dengan bijak. Jika masih berstatus belum di-upgrade. Tentu fitur ini tidak bisa digunakan. Syarat untuk Up-grade cukup mudah. Tidak sulit.

  • Foto E-KTP Anda
  • Foto diri Anda dengan E-KTP

Tapi, meski tidak sulit. Kalau punya kendala seperti saya yang foto E-Ktpnya burem. Pasti akan mengalami penolakan berkali-kali. Sudah saya rasakan sebelumnya, sampai akhirnya saya berhenti mencoba. Dan, akan kembali mencoba saat sudah mendapat ganti baru.

Selain yang saya sebutkan di atas, ada lagi fitur yang saya suka dari Go-Pay. Yaitu, pengisian saldo Google Wallet atau lebih dikenal dengan voucher Google Play. Lebih mudah dan beragam nominalnya. Juga, kemudahan saat ingin memperpanjang langganan Gramedia Digital. Dimana, kita tinggal ikuti petunjuknya saja. Nantinya, biaya berlangganan akan dipotong dari saldo Go-Pay.

OVO

Kalau Grab dan juga Tokopedia tidak gencar mengenalkan sistem pembayaran digital berwarna ungu dengan bulatan putih ini. Sepertinya, saya tidak akan tertarik. Pasalnya, saya sempat merasa kesal akibat berita ‘pemaksaan’ konsumen untuk menggunakan Ovo di tempat parkir di daerah Cikarang. Dari situlah saya merasa kalau ‘pemaksaan’ ini terlalu berlebihan.


Namun, karena Tokopedia sudah mengganti dompet virtualnya dengan OVO. Otomatis saya juga harus membuat akun. Sebenarnya, tidak buruk juga untuk sistemnya. Apalagi, bekerjasama dengan dua Merchant besar yang juga sering digunakan jasanya. Yaitu Grab dan Tokopedia.

ovo

Tak hanya itu, sekarang pun beberapa gerai di dekat rumah. Sudah banyak yang menerima pembayaran dengan OVO. Mau beli kue atau roti, bisa bayar pakai OVO. Apalagi, dapat tawaran cashback 10%. Kemudian, bisa top-up saldo di merchant terdekat juga. Saya sering top-up di Alfa**** dekat rumah. Walaupun sebenarnya untuk metode penambahan saldonya sangat beragam. Tapi, saya lebih suka di kasir saat hendak belanja.

Di aplikasi OVO juga bisa nonton film seru, loh! Bekerjasama dengan HOOQ, film yang ditonton bisa bayar dengan point yang kita kumpulkan. Walaupun belum punya aplikasi HOOQ, tetap bisa menontonnya, asalkan aplikasi browser Google Chrome merupakan aplikasi default.

Beberapa waktu yang lalu, saya dapat notifikasi untuk mengaktifkan fitur layanan Pay Later. Walaupun fitur ini masih belum jalan. Tapi, pengguna yang sudah mengaktifkan nantinya bisa langsung menggunakan fitur ini. Memang, saya masih belum tahu bagaimana menggunakannya, bagi fitur di Go-Pay maupun OVO. Berharap sekali, saya tidak perlu menggunakan fitur ini. Biar tidak banyak menumpuk cicilan, hehe.

Satu lagi yang saya suka dari OVO. Point yang kita punya, bisa digunakan untuk memangkas pembayaran saat belanja di Tokopedia. Walaupun tidak seberapa, tapi kalau dapat potongan seperti ini. Tentu saya jadi senang juga. 

Dana

Aplikasi ini saya buat gara-gara ingin merasakan promo di Domino Pizza. Waktu pertama kali menggunakan pembayaran dengan Dana. Saya merasa takjub dengan alat pemindainya. Karena, bentuknya kotak kecil berwarna biru cerah. Lucu dan unik, tidak seperti Go-Pay yang masih belum bisa paperless


Dana

Tapi, di luar dari pembelian Domino. Saya masih belum banyak menggunakan pembayaran digital Dana ini. Maklum, yang paling dekat dengan rumah itu memang Domino Pizza. Jadi, saya baru sekali saja mencobanya. Padahal, promonya banyak sekali. Teman saya bahkan sudah sering menggunakan promo yang diberikan oleh Dana. Salah satunya, saat masuk ke Pekan Raya Jakarta beberapa waktu lalu

Link Aja

Ini aplikasi hasil kerjasama beberapa bank BUMN. Bagi pengguna Telkomsel, pasti akan muncul jumlah saldo LinkAja ini di aplikasi MyTelkomsel. Dulu, saya pengguna E-Cash. Terdapat dana mengendap di sana, tidak banyak, hanya sekitar tiga puluh ribu rupiah. Tapi, yang membuat saya salut, dana tersebut otomatis masuk tanpa saya harus ribut dan menanyakan.

Keunggulan Link Aja masih belum banyak. Selain, diberi kemudahan dan potongan saat hendak mengisi pulsa Telkomsel dan pembayaran Kartu Halo. Selebihnya, saya masih belum banyak menggunakan aplikasi ini. Karena, kerjasama dengan Merchant terdekat masih belum banyak.


linkaja

Walaupun saya penasaran saat mengetahui pembayaran di pintu tol bisa menggunakan Link Aja. saya masih belum tahu bagaimana caranya. Serta, berlaku di pintu tol mana saja. Informasi ini masih belum saya cari lagi. 

Aplikasi ini termasuk yang sering saya buang-pasang. Saya pakai kalau memang ada promo yang menarik saja. Berharap sekali kalau Link Aja juga membuka kesempatan bekerjasama dengan banyak merchant. Biar bisa mempermudah penggunanya.

Apa Faktor Yang Memengaruhi Pengguna Melakukan Transaksi Dengan Pembayaran Digital 

  • Promo : paling sering saya mendengar orang melakukan pembayaran dengan penyedia tertentu karena ada promo yang menarik. Seperti saya, yang langsung mengunduh aplikasi Dana dan mendaftarkan diri. Demi menikmati promo menarik.
  • Bundling : dalam artian seperti kerjasama antara Ovo dan Tokopedia. Atau Go-Pay untuk pembayaran Go-Jek dan Go-Food serta layanan lainnya. Mau tidak mau, pengguna akan memilih kemudahan transaksi dengan menggunakan layanan pembayaran digital.
  • Merchant : apalah arti promo menarik. Kalau merchant yang mengadakan promo kebanyakan jauh dari tempat saya tinggal. Pastinya, tidak akan ada gunanya juga. Karena itu, yang paling sering digunakan adalah sistem pembayaran yang sudah mengembangkan sayapnya bahkan ke kios kecil sekalipun.
  • Top-up : jika pengguna ingin menambahkan saldo. Pasti akan mencari sistem yang memiliki metode beragam. Bagi beberapa orang seperti saya. Yang terkadang memiliki uang cash, kemudian ingin top-up. Pasti memilih yang menerima penambahan saldo di merchant atau booth terdekat. Semakin dekat justru semakin mempermudah. Begitulah prinsip saya sebagai pengguna.
  • Payment : ketika hendak membayar. Pasti kita niat untuk mengurangi antrian di kasir. Biar orang lain yang mengantri tidak kelamaan. Itulah sebabnya, sangat dibutuhkan sistem pembayaran yang memberikan kemudahan. Bukan justru mempersulit. Apalagi, kalau sampai mengganggu orang lain yang juga sedang mengantri.

Kesimpulan

Dari empat aplikasi pembayaran digital yang saya tulis di atas. Tentu memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Karena itulah, kritikan serta saran dari pengguna sangat dibutuhkan. Agar sistem mereka bisa terus dikembangkan dengan baik. Terutama, sistem keamanan yang bisa menjamin data dan saldo pengguna tidak akan bocor hingga disalahgunakan.

Selain itu, dibutuhkan tanggung jawab dan kontrol dari pengguna. Terutama untuk fitur seperti Pay Later. Mengingat, kalau kita tidak membatasi diri, terlebih jika belum bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Fitur ini bisa memberikan tagihan yang cukup memusingkan. Apalagi, kalau ditagihnya saat belum cari invoicenya, ehe ehe.

Di antara keempat sistem yang saya tulis. Paling favorit memang pembayaran digital Go-Pay. Apalagi, sekarang sudah bekerjasama dengan tempat makan terdekat. Bernama Gelar Waroeng yang berlokasi di Grand Wisata. Dengan begitu, saya tidak perlu repot menukar pembayaran dengan menggunakan kartu yang sudah disiapkan penyedia. Karena, bagi saya masih kurang efektif. 

Nah, kalau pembaca. Mana sistem pembayaran yang paling disukai? Ada alasan atau pertimbangan yang bisa dijadikan pengingat untuk pengguna sistem pembayaran digital seperti saya? Silakan berbagi di kolom komentar.

Written by

Blogger – Reader – Writer – Amateur Photographer – Reviewer – Buzzer For more information about me kindly please visit this link : About on Top Menu. Bussiness Inquiry or more information please send your email to : ipehalena@gmail.com .

8 comments / Add your comment below

  1. Hi mba 😀

    Postnya bagus. Compare beberapa sistem yang available di Indonesia hehehe. Saya pribadi 90% menggunakan Go-pay, dan sekitar 7% menggunakan Ovo, sisanya 3% menggunakan Dana (sejujurnya pakai Dana hanya ketika beli tiket bioskop via Tix ID) ahahaha.

    Dari dulu lebih nyaman pakai Go-pay mungkin juga karena saya lebih sering pakai aplikasi Go-jek ketimbang Grab di Indonesia (dan agak lumayan jarang belanja jadi nggak begitu pengaruh ke akun Tokped) hehe. Jadilah, Go-pay menurut saya secara personal lebih bagus dan fasilitas Go-pay juga banyak. Jadi saya merasa cukup terbantu dengan adanya Go-pay 😀

    Nah, satu-satunya yang belum pernah saya coba itu justru LinkAja~
    Tapi belum ada rasa penasaran maupun urgensi untuk coba. Hehe 😛

  2. saya suka sih ngga mbak, cuma ketergantungan aja, saya konsumen loyal di tokopedia, jadi sejak topen berganti menggunakan ovo jd mau ga mau saya pakai ovo deh, sejauh ini ovo hanya saya pakai untuk pembayaran top up/tagihan di toped.

    kita udah di masa depan, semua beralih ke cashlass, ga kebayang kalau di masa depan lagi semuanya pakai digital, kira2 apa ya yang akan menjadi penjaman dompet digital ini di masa depan kelak?

  3. Di kotaku sudah ada toko roti yang menerima pembayaran dengan OVO. Aku takjub aja, teknologi semakin memudahkan orang, bukan saja di kota besar namun juga di kota kecil.

Leave a Reply